Tentang Bekam

BEKAM
PENGOBATAN MENURUT SUNNAH NABI

Bekam Klinik Assyarif

Bekam Klinik Assyarif

MELAYANI PENGOBATAN DAN PELATIHAN BEKAM
DENGAN CARA SUNNAH NABI DAN KAJIAN ANATOMI MEDIS
UNTUK BERBAGAI PENYAKIT

Ciputat Raya, Jl.H.Goden ujung Rt.08/011 no.23b Pondok pinang keb.lama jakarta selatan
Tlp. 021-96923413 / 021-93074811 / 089637058277

BAGIAN I

PENDAHULUAN

DUNIA PENGOBATAN UMUM

Dunia pengobatan semenjak dulu selalu berjalan seiring dengan kehidupan manusia. Karena,sebagai makhluk hidup, manusia amatlah akrab dengan berbagai macam penyakit ringan maupun berat. Keinginan untuk berlepas diri dari berbagai penyakit itulah yang mendorong manusia berupaya menyingkap berbagai metode pengobatan, mulai dari mengkonsumsi berbagai jenis tumbuhan secara tunggal maupun yang sudah terkontaminasi, yang diyakini berkhasiat menyembuhkan penyakit tertentu, atau sistem pemijatan, akupuntur, pembekaman hingga operasi dan pembedahan.

Namun seiring dengan perkembangan peradaban manusia, budaya konsumerisme dan
materialisme menggiring manusia mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang dianggap praktis, lezat dan penuh variasi. Sayangnya kebanyakan mereka tidak menyadari bahwa produksi makanan semacam itu seringkali terpaksa menggunakan berbagai jenis bahan kimia berbahaya, seperti borax, formalin, Rhodamin B dan Metanil Yellow (bahan pewarna sintetis), antibiotik kloramfenikol, dietilpirokarbonat, dulsin, nitrofurazon dan berbagai bahan kimia yang amat merusak kesehatan.
Orang yang sudah banyak mengkonsumsi berbagai jenis makanan berkomposisi kimia menjadi sering terserang penyakit komplikasi yang beragam. Sehingga obat-obatan yang diperlukan juga obat-obatan berkomposisi kimia berat.

Bukan rahasia lagi, pengobatan dengan bahan kimia sintetis (pengobatan barat/modern)
mungkin dapat mengobati suatu penyakit, tetapi dapat juga menimbulkan penyakit bawaan yang lain sebagai bentuk side effect buruk dari sifat bahan kimia. Satu penyakit dapat disembuhkan tetapi dapat muncul penyakit lain. Jadilah lingkaran setan yang tidak ada habisnya dalam dunia pengobatan modern. Ternyata mahalnya obat kimia sintetis bukan jaminan kesembuhan.

PENGOBATAN ILAHIYAH DAN MISYKAT NUBUWAH

Teknologi medis boleh saja merambati modernisasi dan shopisticasi yang sulit diukur.
Namun perkembangan jenis penyakit juga tidak kalah cepat beregenerasi. Sementara banyak manusia yang tidak menyadari bahwa Allah SWT tidak pernah menciptakan manusia dengan ditinggalkan begitu saja. Setiap kali penyakit muncul, pasti Allah SWT juga menciptakan obatnya.
Sabda Rasulullah SAW: “Tidaklah Allah SWT menurunkan suatu penyakit, melainkan Dia turunkan penyembuhnya.” (HR. Al-Bukhari dan Ibnu Majah) Hanya saja ada manusia yang mengetahuinya dan ada yang tidak mengetahuinya. Kenyataan lain yang harus disadari oleh manusia, bahwa apabila Allah SWT secara tegas memberikan petunjuk pengobatan, maka petunjuk pengobatan itu sudah pasti lebih bersifat pasti dan bernilai absolut. Dan memang demikianlah kenyataannya. Islam yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, bukan saja memberi petunjuk tentang perikehidupan dan tata cara ibadah kepada Allah SWT secara khusus yang akan membawa keselamatan dunia dan akhirat,
tetapi juga memberikan banyak petunjuk praktis dan formula umum yang dapat digunakan untuk menjaga keselamatan lahir dan batin, termasuk yang berkaitan dengan terapi atau pengobatan.
Petunjuk praktis dan kaidah medis tersebut banyak sekali didemonstrasikan oleh Rasulullah SAW dan diajarkan kepada para sahabatnya. Bila kesemua formula dan kaidah praktis itu dipelajari secara seksama, tidak syak lagi bahwa kaum Muslimin dapat mengembangkannya menjadi sebuah sistem dan metode pengobatan yang tidak ada duanya. Disitulah akan terlihat korelasi yang erat antara sistem pengobatan Ilahi dengan sistem pengobatan manusia. Karena Allah SWT telah menegaskan:

“Telah diciptakan bagi kalian semua segala apa yang ada di muka bumi ini.” Ilmu pengobatan berikut segala media dan materinya, termasuk yang diciptakan oleh Allah SWT untuk kepentingan umat manusia.

Camkanlah! Islam adalah agama yang sempurna, yang dibawa Rasulullah SAW bukan

hanya kepada orang sehat tapi juga kepada orang yang sakit, maka syariatnya juga disediakan.Untuk itu seyogyanya kaum Muslimin menghidupkan kembali kepercayaan terhadap berbagai jenis obat dan metode pengobatan yang diajarkan Rasulullah SAW sebagai metode terbaik untuk mengatasi berbagai macam penyakit.

Namun tentu semua jenis pengobatan dan obat-obatan tersebut hanya terasa khasiatnya bila disertai dengan sugesti dan keyakinan. Karena-demikian dinyatakan Ibnul Qayyim-keyakinan adalah doa. Bila pengobatan manusia mengenal istilah placebo (semacam penanaman sugesti lalu memberikan obat netral yang sebenarnya bukan obat dari penyakit yang dideritanya), maka Islam mengenal istilah doa dan keyakinan. Dengan pengobatan yang tepat, dosis yang sesuai disertai doa dan keyakinan, tidak ada penyakit yang tidak bisa diobati, kecuali penyakit yang membawa kematian. Jabir RA membawakan hadits dari Rasulullah SAW: “Setiap penyakit ada obatnya. Maka bila obat itu mengenai penyakit akan sembuh dengan izin Allah SWT.” (HR. Muslim)

Al-Qur`an dan As-Sunnah yang shahih sarat dengan beragam penyembuhan dan obat yang bermanfaat dengan izin Allah SWT. Sehingga mestinya kita tidak terlebih dahulu berpaling dan meninggalkannya untuk beralih kepada pengobatan kimiawi yang ada di masa sekarang.

Karena itulah Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah berkata: “Sungguh para tabib telah sepakat bahwa
ketika memungkinkan pengobatan dengan bahan makanan maka jangan beralih kepada obatobatan kimiawi. Ketika memungkinkan mengkonsumsi obat yang sederhana, maka jangan beralih memakai obat yang kompleks. Mereka mengatakan: ‘Setiap penyakit yang bisa ditolak dengan makanan-makanan tertentu dan pencegahan, janganlah mencoba menolaknya dengan obat-obatan kimiawi’.”

Ibnul Qayyim juga berkata: “Berpalingnya manusia dari cara pengobatan nubuwwah
seperti halnya berpalingnya mereka dari pengobatan dengan Al-Qur`an, yang merupakan obat bermanfaat.” Dengan demikian, tidak sepantasnya seorang muslim menjadikan pengobatan nabawiyyah sekedar sebagai pengobatan alternatif. Justru sepantasnya dia menjadikannya sebagai cara pengobatan yang utama, karena kepastiannya datang dari Allah SWT lewat lisan Rasul-Nya SAW. Sementara pengobatan dengan obat-obatan kimiawi (pengobatan cara barat) kepastiannya
tidak seperti kepastian yang didapatkan dengan thibbun nabawi. Pengobatan yang diajarkan Nabi SAW diyakini kesembuhannya karena bersumber dari wahyu. Sementara pengobatan dari selain Nabi SAW kebanyakannya dugaan atau dengan pengalaman / uji coba.

Ibnul Qayyim berkata: “Pengobatan ala-Nabi tidak seperti layaknya pengobatan para ahli
medis. Pengobatan ala-Nabi dapat diyakini dan bersifat pasti (qath’i), bernuansi ilahy, berasal dari wahyu dan misykat nubuwah serta kesempurnaan akal.

Namun tentunya, berkaitan dengan kesembuhan suatu penyakit, seorang hamba tidak boleh bersandar semata dengan pengobatan tertentu, dan tidak boleh meyakini bahwa obatlah yang menyembuhkan sakitnya. Seharusnya ia bersandar dan bergantung kepada Dzat yang memberikan penyakit dan menurunkan obatnya sekaligus, yakni Allah SWT. Seorang hamba hendaknya selalu bersandar kepada-Nya dalam segala keadaannya. Hendaknya ia selalu berdoa memohon kepada- Nya agar menghilangkan segala kemudharatan yang tengah menimpanya.

BEKAM, CARA PENGOBATAN TERBAIK

Dari Jabir RA, bahwa ada seorang wanita Yahudi dari penduduk Khaibar memasukkan
racun ke dalam daging domba yang dipanggang, lalu menghadiahkannya kepada Rasulullah SAW. Beliau mengambil bagian kaki dan memakan sebagian darinya. Beberapa orang sahabat yang bersamanya juga ikut memakannya. Sebagian sahabat yang terlanjur memakannya ada yang meninggal. Lalu Rasulullah SAW melakukan pengobatan dengan hijamah di bagian pundaknya karena daging yang terlanjur beliau makan. Yang mengobatinya adalah Abu Hindun, dengan menggunakan tulang tanduk dan mata pisau.

Untuk pembinaan kesehatan rohani dan jasmani, Rasulullah SAW mengajarkan berbagai teknik pengobatan atau terapi sebagaimana terdapat dalam Shahih Bukhari dari Said Ibnu Jabir RA dari Ibnu Abbas RA dari Nabi SAW, bahwa Rasululllah SAW bersabda: “Kesembuhan itu ada dalam tiga hal, yaitu dalam minum madu, sayatan alat hijamah atau sundutan api. Namun aku melarang umatku melakukan sundutan.” Bahkan Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya cara pengobatan paling ideal yang kalian pergunakan adalah hijamah (bekam).” (Muttafaq ‘alaihi) Dari

Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: “Jika pada sesuatu yang kalian pergunakan untuk berobat itu terdapat kebaikan, maka hal itu adalah bekam (hijamah).” (HR. Ibnu Majah, Abu Dawud) Sabda Rasulullah SAW: “Sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan adalah al hijamah.” (HR. Ahmad, shahih)

HUKUM BEKAM

Imam Ghazali berpendapat, yang dinukilkan dalam kitab Tasyirul Fiqih lil Muslimil
Mu’ashir oleh Dr. Yusuf Qardhawi: “Al Hijamah adalah termasuk fardhu kifayah. Jika di suatu wilayah tidak ada seorang yang mempelajarinya, maka semua penduduknya akan berdosa. Namun jika ada salah seorang yang melaksanakannya serta memadai, maka gugurlah kewajiban dari yang lain. Menurut saya, sebuah wilayah kadang membutuhkan lebih dari seorang. Tapi yang terpenting adalah adanya jumlah yang mencukupi dan memenuhi seukuran kebutuhan yang diperlukan. Jika di sebuah wilayah tidak ada orang yang Muhtajib (ahli bekam), suatu kehancuran siap menghadang dan mereka akan sengsara karena menempatkan diri di ambang kehancuran. Sebab Dzat yang menurunkan penyakit juga menurunkan obatnya, dan memerintahkan untuk menggunakannnya serta menyediakan sarana untuk melaksanakannya, maka dengan meremehkannya berarti sebuah kehancuran telah menghadang.”

BEKAM ITU APA?

Bekam merupakan metode pengobatan dengan cara mengeluarkan darah yang
terkontaminasi toksin atau oksidan dari dalam tubuh melalui permukaan kulit ari. Dalam istilah medis dikenal dengan istilah ‘Oxidant Release Therapy’ atau ‘Oxidant Drainage Therapy’ atau istilah yang lebih populer adalah ‘detoksifikasi’. Cara ini lebih efektif dibandingkan dengan cara pemberian obat antioksidan (obat kimiawi) yang bertujuan untuk menetralkan oksidan di dalam tubuh sehingga kadarnya tidak makin tinggi. Tapi jika efek obat antioksidan sudah habis, oksidan akan tumbuh dan berkembang kembali. Karena itu, para dokter biasanya memberikan obat
antioksidan secara kontinyu.

Untuk mengeluarkan oksidan dari dalam tubuh butuh ketrampilan khusus. Caranya dengan
penyedotan menggunakan alat khusus yang sebelumnya didahului dengan pembedahan minor (sayatan khusus) secara hati-hati di titik-titik tertentu secara tepat dalam tubuh. Jika oksidan dapat dikeluarkan semua maka penyumbatan aliran darah ke organ-organ tertentu dalam tubuh dapat diatasi, sehingga fungsi-fungsi fisiologis tubuh kembali normal.

PENELITIAN BEKAM

Pada saat ini di negeri-negeri barat (Eropa dan Amerika) melalui penelitian ilmiah, serius
dan terus-menerus menyimpulkan fakta-fakta ilmiah bagaimana keajaiban bekam sehingga mampu menyembuhkan berbagai penyakit secara lebih aman dan efektif dibandingkan metode kedokteran modern. Sehingga bekam mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari dan bermuncullah Ahli
Bekam serta Klinik Bekam di kota-kota besar di Amerika dan Eropa. Bahkan pada tahun-tahun terakhir ini pengobatan dengan bekam telah dipelajari dalam kurikulum fakultas kedokteran di Amerika, walaupun mereka tidak pernah mau mengakui bahwa bekam adalah warisan Rasulullah SAW, dokter terbaik sepanjang zaman. Ironisnya, sekarang ini orang Islam sendiri masih memandang sinis terhadap thibbun nabawi, padahal kita semua mengakui secara lisan bahwa Rasulullah SAW adalah uswatun khasanah. Semoga Allah SWT menyelamatkan aqidah kita!

Berdasarkan laporan umum penelitian tentang pengobatan dengan metode bekam tahun
2001 M (300 kasus) dalam buku Ad Dawa’ul-Ajib yang ditulis oleh ilmuwan Damaskus
Muhammad Amin Syaikhu didapat data sebagai berikut: 1) dalam kasus tekanan darah tinggi,tekanan darah turun hingga mencapai batas normal, 2) dalam kasus tekanan darah rendah, tekanan darah naik hingga batas normal, 3) kadar gula darah turun pada pengidap kencing manis dalam 92,5 % kasus, 4) jumlah asam urat di darah turun pada 83,68% kasus, 5) pada darah bekam yang keluar, didapati bahwa eritrosit yang didalamnya berbentuk aneh, tidak berfungsi normal, menganggu kinerja sel lain.

RENUNGAN

Di tengah derasnya serbuan pengobatan modern dan pengobatan alternatif dari dalam atau luar negeri kedalam lingkungan kaum muslimin, tanpa jaminan kehalalan, memaksa kita menggunakan bahan dan cara yang haram, bahkan dapat membawa kita kepada perbuatan syirik, sangat mahal tapi tanpa jaminan kesembuhan secara sempurna, bahkan mungkin menimbulkan komplikasi yang lebih berat, maka kembali kepada thibbun nabawi adalah solusi yang tepat dan selamat. Keuntungan ganda akan kita peroleh, yaitu kesehatan tubuh dan terselamatkannya aqidah umat Islam.

Bekam menjadi pilihan terbaik untuk berobat, karena murah, aman, praktis dan sesuai
sunnah Rasulullah SAW. Apabila bekam dilakukan secara baik dan benar sesuai kaidah medis, maka akan memberikan hasil yang luar biasa. Insya Allah!!! (23/11/2006-Kasmui)

BAGIAN II

THIBBUN NABAWI

Shahabat yang mulia Abu Sa‘id Al-Khudri rahimahullahu berkata:
“Sejumlah shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pergi dalam sebuah safar (perjalanan) yang mereka tempuh, hingga mereka singgah di sebuah kampung Arab. Mereka kemudian meminta penduduk kampung tersebut agar menjamu mereka, namun penduduk kampung itu menolak. Tak lama setelah itu, kepala suku dari kampung tersebut tersengat binatang berbisa. Penduduknya pun mengupayakan segala cara pengobatan, namun tidak sedikit pun yang memberikan manfaat untuk kesembuhan pemimpin mereka. Sebagian mereka berkata kepada yang lain: “Seandainya kalian mendatangi rombongan yang tadi singgah di tempat kalian, mungkin saja ada di antara mereka punya obat (yang bisa menghilangkan sakit yang diderita pemimpin kita).” Penduduk kampung itu
pun mendatangi rombongan shahabat Rasulullah yang tengah beristirahat tersebut, seraya berkata: “Wahai sekelompok orang, pemimpin kami disengat binatang berbisa. Kami telah mengupayakan berbagai cara untuk menyembuhkan sakitnya, namun tidak satu pun yang bermanfaat. Apakah salah seorang dari kalian ada yang memiliki obat?” Salah seorang shahabat berkata: “Iya, demi Allah, aku bisa meruqyah. Akan tetapi, demi Allah, tadi kami minta dijamu namun kalian enggan untuk menjamu kami. Maka aku tidak akan melakukan ruqyah untuk kalian hingga kalian bersedia memberikan imbalan kepada kami.” Mereka pun bersepakat untuk memberikan sekawanan kambing sebagai upah dari ruqyah yang akan dilakukan. Shahabat itu pun pergi untuk meruqyah pemimpin kampung tersebut. Mulailah ia meniup disertai sedikit meludah dan membaca: “Alhamdulillah rabbil ‘alamin” (Surah Al-Fatihah). Sampai akhirnya pemimpin tersebut seakanakan terlepas dari ikatan yang mengekangnya. Ia pun pergi berjalan, tidak ada lagi rasa sakit (yang membuatnya membolak-balikkan tubuhnya di tempat tidur). Penduduk kampung itu lalu memberikan imbalan sebagaimana telah disepakati sebelumnya. Sebagian shahabat berkata: “Bagilah kambing itu.” Namun shahabat yang meruqyah berkata: “Jangan kita lakukan hal itu, sampai kita menghadap Rasulullah SAW, lalu kita ceritakan kejadiannya, dan kita tunggu apa yang beliau perintahkan.” Mereka pun menghadap Rasulullah SAW, lalu mengisahkan apa yang telah terjadi. Beliau bertanya kepada shahabat yang melakukan ruqyah: “Dari mana engkau tahu bahwa Al-Fatihah itu bisa dibaca untuk meruqyah? Kalian benar, bagilah kambing itu dan berikanlah bagian untukku bersama kalian.”

Hadits di atas diriwayatkan Al-Imam Al-Bukhari rahimahullahu dalam kitab Shahih-nya no.
5749, kitab Ath-Thibb, bab An-Nafats fir Ruqyah. Diriwayatkan pula oleh Al-Imam Muslim
rahimahullahu dalam Shahih-nya no. 5697 kitab As-Salam, bab Jawazu Akhdzil Ujrah ‘alar
Ruqyah.

Beberapa faedah yang dapat kita ambil dari hadits Abu Sa‘id Al-Khudri radhiallahu ‘anhu di
atas adalah:

1. Surah Al-Fatihah mustahab untuk dibacakan kepada orang yang disengat binatang berbisa dan orang sakit.
2. Boleh mengambil upah dari ruqyah dan upah itu halal.
3. Seluruh kambing itu sebenarnya milik orang yang meruqyah, adapun yang lainnya tidak
memiliki hak, namun dibagikannya kepada teman-temannya karena kedermawanan dan
kebaikan.
4. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam minta bagian dalam rangka lebih menenangkan hati para shahabatnya dan untuk lebih menunjukkan bahwa upah yang didapatkan tersebut halal, tidak mengandung syubhat.
Demikian faedah yang disebutkan Al-Imam An-Nawawi rahimahullahu dalam Al-Minhaj
Syarhu Shahih Muslim (14/410).

Pengobatan Nabawiyyah (At-Thibbun Nabawi) Bukan Pengobatan Alternatif. Keberadaan
berbagai penyakit termasuk sunnah kauniyyah yang diciptakan oleh Allah SWT. Penyakit-penyakit itu merupakan musibah dan ujian yang ditetapkan Allah SWT atas hamba-hamba-Nya. Dan sesungguhnya pada musibah itu terdapat kemanfaatan bagi kaum mukminin. Shuhaib Ar-Rumi RA berkata: “Rasulullah SAW bersabda: “Sungguh mengagumkan perkara seorang mukmin. Sungguh seluruh perkaranya adalah kebaikan. Yang demikian itu tidaklah dimiliki oleh seorangpun kecuali seorang mukmin. Jika ia mendapatkan kelapangan, ia bersyukur. Maka yang demikian itu baik baginya. Dan jika ia ditimpa kesusahan, ia bersabar. Maka yang demikian itu baik baginya.” (HR. Muslim no. 2999)

Termasuk keutamaan Allah SWT yang diberikan kepada kaum mukminin, Dia menjadikan
sakit yang menimpa seorang mukmin sebagai penghapus dosa dan kesalahan mereka. Sebagaimana tersebut dalam hadits Abdullah bin Mas‘ud RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah seorang muslim ditimpa gangguan berupa sakit atau lainnya, melainkan Allah SWT menggugurkan kesalahan-kesalahannya sebagaimana pohon menggugurkan daun-daunnya.” (HR. Al-Bukhari no. 5661 dan Muslim no. 6511)

Di sisi lain, sebagaimana Allah SWT menurunkan penyakit, Dia pun menurunkan obat
bersama penyakit itu. Obat itupun menjadi rahmat dan keutamaan dari-Nya untuk hamba-hamba- Nya, baik yang mukmin maupun yang kafir. Rasulullah SAW bersabda dalam hadits Abu Hurairah RA: “Tidaklah Allah SWT menurunkan penyakit kecuali Dia turunkan untuk penyakit itu obatnya.” (HR. Al-Bukhari no. 5678)

Abdullah bin Mas’ud RA mengabarkan dari Nabi SAW: “Sesungguhnya Allah SWT
tidaklah menurunkan penyakit kecuali Dia turunkan pula obatnya bersamanya. (Hanya saja) tidak mengetahui orang yang tidak mengetahuinya dan mengetahui orang yang mengetahuinya.” (HR. Ahmad 1/377, 413 dan 453. Dan hadits ini dishahihkan dalam Ash-Shahihah no. 451)

CARA TEKNIS PENGOBATAN NABAWI

Banyak sekali cara pengobatan nabawi. Kami hanya menyebutkan beberapa di antaranya, yaitu:

1. Pengobatan dengan madu
Allah SWT berfirman tentang madu yang keluar dari perut lebah:
“… Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia.” (An-Nahl: 69).

Madu dapat digunakan untuk mengobati berbagai jenis penyakit dengan izin Allah SWT. Di
antaranya untuk mengobati sakit perut, seperti ditunjukkan dalam hadits berikut ini: “Ada seseorang menghadap Nabi SAW, ia berkata: ‘Saudaraku mengeluhkan sakit pada perutnya.’ Nabi berkata: ‘Minumkan ia madu.’ Kemudian orang itu datang untuk kedua kalinya, Nabi berkata: ‘Minumkan ia madu.’ Orang itu datang lagi pada kali yang ketiga, Nabi tetap berkata: ‘Minumkan ia madu.’ Setelah itu, orang itu datang lagi dan menyatakan: ‘Aku telah melakukannya (namun belum sembuh juga malah bertambah mencret).’ Nabi bersabda: ‘Allah Mahabenar dan perut saudaramu itu dusta. Minumkan lagi madu.’ Orang itu meminumkannya lagi, maka saudaranya pun sembuh.” (HR. Al-Bukhari no. 5684 dan Muslim no. 5731)

2. Pengobatan dengan habbah sauda`(jintan hitam, Nigella sativa)
Nabi SAW bersabda: “Sesungguhnya habbah sauda` ini merupakan obat dari semua penyakit, kecuali dari penyakit assamu”. Aku (yakni`Aisyah radhiallahu ‘anha) bertanya: “Apakah as-samu itu?” Beliau menjawab: “Kematian.” (HR. Al-Bukhari no. 5687 dan Muslim no. 5727)

3. Pengobatan dengan susu dan kencing unta.
Anas RA menceritakan: “Ada sekelompok orang ‘Urainah dari penduduk Hijaz menderita
sakit (karena kelaparan atau keletihan). Mereka berkata: ‘Wahai Rasulullah, berilah tempat kepada kami dan berilah kami makan.’ Ketika telah sehat, mereka berkata: ‘Sesungguhnya udara kota Madinah tidak cocok bagi kami (hingga kami menderita sakit, –pent.).’ Rasulullah SAW pun menempatkan mereka di Harrah, di dekat tempat pemeliharaan unta-unta beliau (yang berjumlah 330 ekor). Beliau berkata: ‘Minumlah dari susu dan kencing unta-unta itu. Tatkala mereka telah sehat, mereka justru membunuh penggembala unta-unta Nabi SAW (setelah sebelumnya mereka mencungkil matanya) dan menggiring unta-unta tersebut (dalam keadaan mereka juga murtad dari Islam, -pent.). Nabi SAW pun mengirim utusan untuk mengejar mereka, hingga mereka tertangkap dan diberi hukuman dengan dipotong tangan dan kaki-kaki mereka serta dicungkil mata mereka.” (HR. Al-Bukhari no. 5685, 5686 dan Muslim no. 4329)

4. Pengobatan dengan berbekam (hijamah)
Ibnu ‘Abbas RA mengabarkan: “Sesungguhnya Rasulullah SAW berbekam pada bagian kepalanya dalam keadaan beliau sebagai muhrim (orang yang berihram) karena sakit pada sebagian kepalanya.” (HR. Al-Bukhari no. 5701) Rasulullah SAW juga bersabda: “Obat/kesembuhan itu (antara lain) dalam tiga (cara pengobatan): minum madu, berbekam dan dengan kay, namun aku melarang umatku dari kay.”
(HR. Al-Bukhari no. 5680)

5. Ruqyah
Di antara cara pengobatan nabawi yang bermanfaat dengan izin Allah SWT adalah ruqyah
yang syar’i, yang ditetapkan dalam Al-Qur`an dan As-Sunnah yang shahih. Ketahuilah, Allah SWT menjadikan Al-Qur`anul Karim sebagai syifa` (obat/ penyembuh) sebagaimana firman-Nya: “Dan jikalau Kami jadikan Al-Qur`an itu suatu bacaan dalam selain bahasa Arab tentulah mereka mengatakan: ‘Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?’ Apakah (patut Al-Qur`an) dalam bahasa asing, sedangkan (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah: ‘Al-Qur`an itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang yang beriman’.” (Fushshilat: 44)

“Dan Kami turunkan dari Al-Qur`an apa yang merupakan syifa` dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (Al-Isra`: 82).

dalam ayat di atas untuk menerangkan jenis, bukan menunjukkan tab‘idh (makna
sebagian). Karena Al-Qur`an seluruhnya adalah syifa` dan rahmat bagi orang-orang beriman, sebagaimana dinyatakan dalam ayat sebelumnya (yaitu surat Al-Fushshilat: 44).” (Ad-Da`u wad Dawa`, hal. 7)

Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani rahimahullahu berkata ketika memberikan komentar
terhadap hadits yang menyebutkan tentang wanita yang menderita ayan (epilepsi): “Dalam hadits ini ada dalil bahwa pengobatan seluruh penyakit dengan doa dan bersandar kepada Allah SWT adalah lebih manjur serta lebih bermanfaat daripada dengan obat-obatan. Pengaruh dan khasiatnya bagi tubuh pun lebih besar daripada pengaruh obat-obatan jasmani. Namun kemanjurannya hanyalah didapatkan dengan dua perkara: 1) dari sisi orang yang menderita sakit, yaitu lurus niat / tujuannya, 2) dari sisi orang yang mengobati, yaitu kekuatan bimbingan/arahan dan kekuatan hatinya dengan takwa dan tawakkal. Wallahu a’lam.” (Fathul Bari 10/115)

Dalam hadits Abu Sa‘id Al-Khudri RA tentang ruqyah dengan surat Al-Fatihah yang
dilakukan salah seorang shahabat, benar-benar terlihat pengaruh obat tersebut pada penyakit yang diderita sang pemimpin kampung. Sehingga obat itu mampu menghilangkan penyakit, seakan-akan penyakit tersebut tidak pernah ada sebelumnya. Cara seperti ini merupakan pengobatan yang paling mudah dan ringan. Seandainya seorang hamba melakukan pengobatan ruqyah dengan membaca Al- Fatihah secara bagus, niscaya ia akan melihat pengaruh yang mengagumkan dalam kesembuhan.

Al-Imam Ibnu Qayyim rahimahullahu berkata: “Aku pernah tinggal di Makkah selama
beberapa waktu dalam keadaan tertimpa berbagai penyakit. Dan aku tidak menemukan tabib maupun obat. Aku pun mengobati diriku sendiri dengan Al-Fatihah yang dibaca berulang-ulang pada segelas air Zam-zam kemudian meminumnya, hingga aku melihat dalam pengobatan itu ada pengaruh yang mengagumkan. Lalu aku menceritakan hal itu kepada orang yang mengeluh sakit. Mereka pun melakukan pengobatan dengan Al-Fatihah, ternyata kebanyakan mereka sembuh dengan cepat.”

Subhanallah! Demikian penjelasan dan persaksian Al-Imam Ibnu Qayyim rahimahullahu
terhadap ruqyah serta pengalaman pribadinya berobat dengan membaca Al-Fatihah. (Ad-Da`u wad Dawa` hal. 8, Ath-Thibbun Nabawi hal. 139)

Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan berkata: “Sungguh Allah SWT telah menjadikan Al-Qur`an
sebagai syifa` bagi penyakit-penyakit hissi (yang dapat dirasakan indera) dan maknawi berupa penyakit-penyakit hati dan badan. Namun dengan syarat, peruqyah dan yang diruqyah harus mengikhlaskan niat. Dan masing-masing meyakini bahwa kesembuhan itu datang dari sisi Allah SWT. Dan ruqyah dengan Kalamullah merupakan salah satu di antara sebab-sebab yang bermanfaat.”

Beliau juga berkata: “Pengobatan dengan ruqyah Al-Qur`an merupakan Sunnah Rasulullah
SAW dan amalan salaf. Mereka dahulu mengobati orang yang terkena ‘ain, kesurupan jin, sihir dan seluruh penyakit dengan ruqyah. Mereka meyakini bahwa ruqyah termasuk sarana yang mubah lagi bermanfaat, sementara yang menyembuhkan hanyalah Allah SWT.” (Al-Muntaqa min Fatawa Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan, juz 1, jawaban soal no. 77)

Thibbun Nabawi Memberi Pengaruh bagi Kesembuhan dengan Izin Allah SWT. Mungkin
ada di antara kita yang pernah mencoba melakukan pengobatan dengan thibbun nabawi dengan minum madu misalnya atau habbah sauda`. Atau dengan ruqyah membaca ayat-ayat Al-Qur`an dan doa-doa yang diajarkan Rasulullah SAW, namun tidak merasakan pengaruh apa-apa. Penyakitnya tak kunjung hilang. Ujung-ujungnya, kita meninggalkan thibbun nabawi karena kurang percaya akan khasiatnya, lalu beralih ke obat-obatan kimiawi. Mengapa demikian? Mengapa kita tidak mendapatkan khasiat sebagaimana yang didapatkan Al-Imam Ibnu Qayyim rahimahullahu ketika meruqyah dirinya dengan Al-Fatihah? Atau seperti yang dilakukan oleh seorang shahabat ketika meruqyah kepala suku yang tersengat binatang berbisa di mana usai pengobatan si kepala suku
(pemimpin kampung) sembuh seakan-akan tidak pernah merasakan sakit? Di antara jawabannya, sebagaimana ucapan Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullahu yang telah lewat, bahwasanya manjurnya ruqyah (pengobatan dengan membaca doa-doa dan ayat-ayat Al-Qur`an) hanyalah diperoleh bila terpenuhi dua hal di atas.

Al-Imam Ibnu Qayyim rahimahullahu berkata: “Ada hal yang semestinya dipahami, yakni
zikir, ayat, dan doa-doa yang dibacakan sebagai obat dan yang dibaca ketika meruqyah, memang merupakan obat yang bermanfaat. Namun dibutuhkan respon pada tempat, kuatnya semangat dan pengaruh orang yang meruqyah. Bila obat itu tidak memberi pengaruh, hal itu dikarenakan lemahnya pengaruh peruqyah, tidak adanya respon pada tempat terhadap orang yang diruqyah, atau adanya penghalang yang kuat yang mencegah khasiat obat tersebut, sebagaimana hal itu terdapat pada obat dan penyakit hissi.Tidak adanya pengaruh obat itu bisa jadi karena tidak adanya penerimaan thabi’ah terhadap

obat tersebut. Terkadang pula karena adanya penghalang yang kuat yang mencegah bekerjanya obat tersebut. Karena bila thabi’ah mengambil obat dengan penerimaan yang sempurna, niscaya manfaat yang diperoleh tubuh dari obat itu sesuai dengan penerimaan tersebut.

Demikian pula hati. Bila hati mengambil ruqyah dan doa-doa perlindungan dengan
penerimaan yang sempurna, bersamaan dengan orang yang meruqyah memiliki semangat yang
berpengaruh, niscaya ruqyah tersebut lebih berpengaruh dalam menghilangkan penyakit.” (Ad-Da`u wad Dawa`, hal. 8)

Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullahu menyatakan, terkadang sebagian orang yang
menggunakan thibbun nabawi tidak mendapatkan kesembuhan. Yang demikian itu karena adanya penghalang pada diri orang yang menggunakan pengobatan tersebut. Penghalang itu berupa lemahnya keyakinan akan kesembuhan yang diperoleh dengan obat tersebut, dan lemahnya penerimaan terhadap obat tersebut.

POSISI PENGOBATAN ALTERNATIF UMUM

Siapa bilang pengobatan alternatif ketinggalan zaman? Justru saat ini masyarakat Barat kian mempercayai pengobatan di luar studi medis tersebut. Kombinasi terapi alternatif dan terapi kedokteran mulai populer di sana. Sebuah survei baru-baru ini menyatakan bahwa orang Inggris memiliki kepercayaan pada pengobatan alternatif sama besarnya dengan pengobatan medis konvensional.

Dari 1000 orang yang mengikuti survei, 68 persennya menyatakan demikian. Usia para
peserta survei berkisar antara 35-44 tahun. Jenis pengobatan alternatif yang dimaksud mencakup pengobatan herbal alias tanaman obat dan naturopati. Satu dari empat orang tersebut berpikir bahwa pengobatan ala Barat hanya salah satu cara untuk mengatasi gangguan kesehatan. Demikian hasil survei yang dilakukan Diagnostic Clinic, London. Mereka selama ini melakukan kombinasi pengobatan medis kedokteran dengan pengobatan komplementer. Hasil penelitian tersebut menyatakan terapi komplementer alias alternatif kini semakin populer dibanding di masa lalu.
Dalam pengobatan alternatif, segala metode dimungkinkan, dari penggunaan obat-obat tradisional seperti jamu-jamuan, rempah, yang sudah dikenal seperti jahe, kunyit dan sebagainya, sampai bahan yang dirahasiakan. Pendekatan lain seperti menggunakan energi tertentu yang mampu mempercepat  proses penyembuhan, hingga menggunakan doa tertentu yang diyakini secara spiritual memiliki kekuatan penyembuhan.

Orang Inggris menghabiskan biaya 130 poundsterling (sekitar Rp 2.230.000,-) per tahunnya untuk menjalani terapi alternatif seperti akupunktur dan refleksiologi. Berarti terjadi peningkatan bujet hingga 70 juta poundsterling atau sekitar 1,2 triliun rupiah di bidang pengobatan ini dalam empat tahun ke depan. Popularitas terapi komplementer ini bahkan membuat pemerintah Inggris mengucurkan dana sebesar 900.000 poundsterling (15,4 miliar rupiah) untuk kepentingan regulasi sejumlah praktik pengobatan alternatif.

Dr Rajendra Sharma, direktur media Diagnostic Clinic, mengatakan kepada BBC News
baru-baru ini, ”Pengobatan medis ortodoks dan komplementer sebaiknya tidak berada di sisi yang
berbeda di bidang kesehatan. Pengobatan terintegrasi yang didukung oleh dokter berkualitas dan para ahli di bidang disiplin ilmu bisa menjadi model pengobatan ideal di masa mendatang.”

Jenis kombinasi dari pengobatan alternatif dengan pengobatan medis kedoteran yang mulai populer adalah naturopati. Pengobatan ini dilakukan dengan pendekatan medis konvensional yang dipadukan dengan terapi alternatif. Dalam pengobatan naturopati, pasien sama sekali tidak mengonsumsi obat-obatan yang mengandung bahan kimia. Sesuai dengan namanya, naturo alias nature yang berarti alam, semua prosedur pengobatan di sini dilakukan secara alami. Obat-obatan yang dipakai 100 persen berasal dari bahan alami seperti dedaunan, suplemen nutrisi yang bisa memperbaiki sistem fungsi tubuh yang rusak.

Pemilihan bahan-bahan alami berdasarkan bukti bahwa dalam setiap tumbuh-tumbuhan
tersebut mengandung reseptor, struktur kimia, hormon yang sama dengan manusia. Ada suatu penelitian yang membuktikan bahwa daun-daunan mengandung zat yang sama dengan yang ada di kepala manusia. Sementara zat yang terdapat pada akar atau ranting pohon mirip dengan yang ada pada kaki dan tangan manusia.

Dalam naturopati, jika ada bagian tubuh yang rusak, maka suplemen yang diberikan akan
memperbaiki luka tubuh dari dalam yang dikenal dengan sistem homilistasis. Ada sejumlah prosedur yang harus dijalani pasien, antara lain aromaterapi, spa, detoksifikasi, rejuvenasi, juga lymph drainage massage alias pemijatan untuk memperlancar aliran kelenjar getah bening. Dalam mengobati pasien autisme misalnya, pada pengobatan naturopati lebih dilakukan pendekatan secara alam, bukan pendekatan klinis yang banyak memberi obat-obatan kimia.

Di Indonesia, kedokteran naturopati memang belum ada, namun di banyak negara lain
seperti AS, Inggris, Australia, Cina juga India, bidang ini menjadi spesialisasi tersendiri di
universitas. Kedokteran naturopati merupakan suatu bentuk spesialisasi ilmu kedokteran dalam melakukan upaya pencegahan atau pengobatan penyakit, peningkatan taraf kesehatan tubuh serta proses rehabilitasi tubuh dengan cara meningkatkan sistem, kapasitas dan fungsi alami. Di banyak
negara maju, naturopati lebih dikenal dengan lifestyle medicine, di mana pengobatan lebih
ditekankan pada pola hidup seseorang, dari mulai pola makan, hingga pola aktivitas. Walau belum cukup populer di Indonesia, sesungguhnya pengobatan naturopati sendiri sudah mendapat pengakuan dari badan kesehatan dunia (WHO) sejak 1978.

Namun tidak semua ahli medis sepakat dengan Sharma. Sebagian masih keberatan apabila terapi komplementer dipadukan dengan terapi medis kedokteran. Dr Jim Kennedy, juru bicara dari Royal College of GPs memperingatkan bahwa tidak semua aspek dalam pengobatan medis bisa mendukung pengobatan komplementer. Pengobatan komplementer mempunyai spektrum yang cukup luas sehingga tidak selalu bisa dibuktikan seperti halnya dalam terapi medis konvensional.
”Tapi sejauh dokter mengetahui bahwa pengobatan alternatif yang dijalani pasiennya tidak
mengganggu kesehatan dan cukup bermanfaat, tentu masih dibenarkan,” jelas Kennedy.
Kendati masyarakat Inggris mulai mempercayai pengobatan alternatif, tak selalu perpaduan antara jenis terapi konvensional dengan alternatif dibenarkan begitu saja. British Medical Association (BMA) setuju bahwa tidak semua pengobatan alternatif bisa dipercaya 100 persen keandalannya.
Terutama sejumlah pengobatan komplementer yang masih belum bisa dijelaskan track record medisnya. Dalam menjalani suatu pengobatan, biasanya pasien dan dokter sama-sama bisa mengetahui apa yang terjadi dalam tubuh si pasien, apa dampaknya, dan bagaimana terapi medisnya. Inilah yang kadang dalam pengobatan alternatif tidak diketahui secara transparan.

BAGIAN III

AL HIJAMAH (BEKAM)

Dari Jabir RA, bahwa ada seorang wanita Yahudi dari penduduk Khaibar memasukkan
racun ke dalam daging domba yang dipanggang, lalu menghadiahkannya kepada Rasulullah SAW. Beliau mengambil bagian kaki dan memakan sebagian darinya. Beberapa orang shahabat yang bersamanya juga ikut memakannya. Tiba-tiba beliau bersabda, “Lepaskan tangan kalian!”. Beliau mengirim utusan untuk memanggil wanita Yahudi itu, lalu beliau bersabda, “Rupanya engkau telah meracun domba ini”. “Siapa yang memberitahumu? tanya wanita Yahudi. Beliau menjawab, “Bagian kaki domba inilah yang memberitahukannya kepadaku”. “Memang aku telah meracunnya. Dalam hati aku berkata, “Kalau memang dia benar-benar seorang Nabi, maka racun itu tidak akan membahayakannya dirinya. Tapi kalau memang dia bukan seorang Nabi, maka kami dapat merasa tenang,” jawab wanita Yahudi. Rasulullah SAW memaafkan wanita Yahudi itu dan tidak menjatuhkan hukuman kepadanya. Sebagian shahabat yang terlanjur memakannya ada yang meninggal. Lalu Rasulullah SAW melakukan pengobatan dengan hijamah di bagian pundaknya karena daging yang terlanjur beliau makan. Yang mengobatinya adalah Abu Hindun, dengan menggunakan tulang tanduk dan mata pisau. Orang itu budak milik bani Bayadhah dari kalangan Anshar.

SEJARAH HIJAMAH (BEKAM)

Hijamah/bekam/cupping/kop/chantuk dan banyak istilah lainnya sudah dikenal sejak zaman dulu, yaitu kerajaan Sumeria, kemudian terus berkembang sampai Babilonia, Mesir, Saba, dan Persia. Pada zaman Rasulullah, beliau menggunakan kaca berupa cawan atau mangkuk tinggi. Pada zaman China kuno mereka menyebut hijamah sebagai “perawatan tanduk” karena tanduk menggantikan kaca. Pada kurun abad ke-18 (abad ke-13 Hijriyah), orang-orang di Eropa menggunakan lintah sebagai alat untuk hijamah. Pada satu masa, 40 juta lintah diimpor ke negara Perancis untuk tujuan itu. Lintah-lintah itu dilaparkan tanpa diberi makan. Jadi bila disangkutkan pada tubuh manusia, dia akan terus menghisap darah tadi dengan efektif. Setelah kenyang, ia tidak berupaya lagi untuk bergerak dan terus jatuh lantas mengakhiri upacara hijamahnya.

Kini pengobatan ini dimodifikasi dengan sempurna dan mudah pemakaiannya sesuai dengan kaidah-kaidah ilmiah dengan menggunakan suatu alat yang praktis dan efektif.

PENGERTIAN BEKAM (AL HIJAMAH)

Bekam merupakan metode pengobatan dengan cara mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh melalui permukaan kulit. Hijamah adalah pengobatan yang sudah dikenal sejak ribuan tahun sebelum masehi. Nama lainnya adalah bekam, canduk, canthuk, kop, mambakan, di Eropa dikenal dengan istilah “Cuping Therapeutic Method”. Dalam bahasa Mandarin disebut Pa Hou Kuan.

Kata “Hijamah” berasal dari bahasa Arab, dari kata Al Hijmu yang berarti pekerjaan
membekam. Al Hajjam berarti ahli bekam. Al Hijmu berarti menghisap atau menyedot. Al Hajjam sama dengan Al Mashshah, yaitu tukang menghisap atau tukang menyedot. Sedangkan Al Mihjam atau Al Mihjamah merupakan alat untuk bekam yang berupa tabung gelas untuk menampung darah yang dikeluarkan dari kulit.

Kata al hijmu berarti pekerjaan al hajjam, tukang bekam. Al Hijmu berarti mengisap atau
menyedot. Al Hajjam sama dengan al mashshash, tukang mengisap, tukang bekam. Al Mihjam atau al mihjamah merupakan gelas yang digunakan untuk menampung darah yang dikeluarkan dari kulit pasien, atau gelas untuk menghimpun darah hijamah.

Kesimpulan definisi hijamah menurut bahasa adalah ungkapan tentang mengisap darah dan mengeluarkannya dari permukaan kulit, yang kemudian ditampung di dalam gelas mihjamah, yang menyebabkan pemusatan dan penarikan darah di sana, lalu dilakukan penyayatan permukaan kulit dengan pisau bedah, guna untuk mengeluarkan darah.

Hijamah berbeda dengan qath’ul-irqi (memotong urat). Qath’ul-irqi adalah memasukkan
jarum suntik untuk mengambil darah dari urat nadi seperti halnya aksi menyumbang darah, yang disebut al fashdu.

Dalam ilmu kedokteran Islam, bekam tidak boleh sembarang dilakukan. Bekam hanya boleh dilakukan pada pembekuan/penyumbatan dalam pembuluh darah, karena fungsi bekam yang sesungguhnya adalah untuk mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh.

Madu menjadi dasar dari obat-obatan herba, bekam menjadi dasar kepada pembedahan,
sedangkan besi panas (api) menjadi dasar kepada pengobatan melalui laser.

Materi Pelatihan Bekam Singkat oleh Drs. Kasmui, M.Si -10

Hadist yang diriwayatkan oleh Tarmidzi menyatakan, bahwa Rasul SAW mengarahkan
pengikut-pengikutnya menggunakan bekam sebagai kaedah pengobatan penyakit. Beliau memuji orang yang berbekam, “Dia membuang darah yang kotor, meringankan tubuh serta menajamkan penglihatan.”

Dalam kaitan untuk membersihkan diri ini, Allah mengkhususkan satu bulan dalam satu
tahun untuk berpuasa (pada bulan Ramadhan) sebagai salah satu jalan untuk menyucikan rohani. Dan berbekam merupakan salah satu cara untuk menyucikan atau membersihkan jasmani

JENIS BEKAM

1. Bekam kering atau bekam angin (Hijamah Jaaffah), yaitu menghisap permukaan kulit dan memijat tempat sekitarnya tanpa mengeluarkan darah kotor. Bekam kering baik bagi orang yang tidak tahan suntikan jarum dan takut melihat darah. Kulit yang dibekam akan tampak merah kehitam-hitaman selama 3 hari atau akan kelihatan memar selama 1 atau 2 pekan. Insya Allah sangat baik diolesi minyak habbah sauda’ atau minak zaitun untuk menghilangkan tanda lebam pada kulit yang selesai dibekam. Bekam ini sedotannya hanya sekali dan dibiarkan selama 5 – 10 menit.
Bekam kering ini berkhasiat untuk melegakan sakit secara darurat atau digunakan untuk
meringankan kenyerian urat-urat punggung karena sakit rheumatik, juga penyakit-penyakit
penyebab kenyerian punggung. Bekam kering bermanfaat juga untuk terapi penyakit paru-paru, radang ginjal, pembengkakan liver/radang selaput jantung, radang urat syaraf, radang sumsum tulang belakang, nyeri punggung, rematik, masuk angin, wasir, dan lain-lain.
Terdapat dua teknik bekam kering yang dapat dipraktekkan untuk tempat tertentu yaitu bekam luncur dan bekam tarik.
2. Bekam luncur, caranya dengan meng-kop pada bagian tubuh tertentu dan meluncurkan ke arah bagian tubuh yang lain. Teknik bekam ini biasa digunakan untuk pemanasan pasien, berfungsi untuk melancarkan peredaran darah, pelemasan otot, dan menyehatkan kulit.
3. Bekam tarik, dilakukan seperti ditarik-tarik. Dibekam hanya beberapa detik kemudian ditarik dan ditempelkan lagi hingga kulit yang dibekam menjadi merah.
4. Bekam basah (Hijamah Rothbah), yaitu pertama kita melakukan bekam kering, kemudian kita melukai permukaan kulit dengan jarum tajam (lancet) atau sayatan pisau steril (surgical blade), lalu di sekitarnya dihisap dengan alat cupping set dan hand pump untuk mengeluarkan darah kotor dari dalam tubuh. Lamanya setiap hisapan 3 sampai 5 menit, dan maksimal 9 menit, lalu dibuang darah kotornya. Penghisapan tidak lebih dari 7 kali hisapan. Darah kotor berupa darah merah pekat dan berbuih. Insya Allah bekasnya (kulit yang lebam) akan hilang 3 hari kemudian setelah diolesi minyak habbah sauda’ atau minyak zaitun. Dan selama 3 jam setelah dibekam, kulit yang lebam itu tidak boleh disiram air. Jarak waktu pengulangan bekam pada tempat yang sama adalah 4 minggu.
Bekam basah berkhasiat untuk berbagai penyakit, terutama penyakit yang terkait dengan
terganggunya sistem peredaran darah di tubuh. Kalau bekam kering dapat menyembuhkan penyakit-penyakit ringan, maka bekam basah dapat menyembuhkan penyakit-penyakti yang lebih berat, akut, kronis ataupun yang degeneratif, seperti darah tinggi, kanker, asam urat, diabetes mellitus (kencing manis), kolesterol, dan osteoporosis.

MENGAPA HARUS BERHIJAMAH?

Teknik pengobatan hijamah adalah suatu proses membuang darah kotor (toksid/racun) yang berbahaya dari dalam tubuh melalui bawah permukaan kulit. Toksid/toksin adalah endapan racun/zat kimia yang tidak bisa diurai oleh tubuh. Darah kotor adalah darah yang mengandung toksid/racun, atau darah statis yang menyumbat peredaran darah sehingga sistem peredaran darah tidak dapat berjalan lancar. Kondisi ini sedikit demi sedikit akan mengganggu kesehatan, baik fisik maupun mental. Akibatnya akan terasa lesu, murung, resah, linu, pusing, dan senantiasa merasa kurang sehat, cepat bosan, dan mudah naik pitam. Ditambah lagi dengan angin yang sulit dikeluarkan dari dalam tubuh, akibatnya tubuh akan mudah kena penyakit mulai dari yang akut seperti influenza sampai dengan penyakit degeneratif semacam stroke, darah tinggi, kanker, kencing manis, bahkan sampai dengan gangguan kejiwaan.

Toksid dalam tubuh manusia dapat berasal dari:

1. pencemaran udara
2. makan siap saji (fast food) karena mengandung zat kimia yang tidak baik untuk tubuh seperti pengawet, pewarna, essense, penyedap rasa, dan sebagainya
3. hasil pertanian seperti pestisida (insektisida, fungisida, herbisida)

4. kebiasaan buruk (bad habit) seperti merokok, makan tidak teratur/bersih, makan tidak seimbang, terlalu panas atau dingin, terlalu asam, dan lain-lain

5. Obat-obatan kimia, karena mempunyai efek merusak organ atau mikroba yang normal dalam tubuh.
Terdapat banyak faktor yang menyebabkan darah statis, yaitu:

1. Darah statis yang diakibatkan oleh kecelakaan sewaktu di dalam rahim dan sewaktu dilahirkan.
2. Darah statis yang bersumber dari trauma penderitaan fisik, seperti kecelakaan, terseleo, berkelahi, kena cubit, kena tendang, kena rotan, dan sebagainya.
3. Darah statis akibat perbuatan sendiri, seperti mengangkat beban berat, penggunaan pakaian ketat, ikat kepala yang berkepanjangan.
4. Darah statis yang bersumber dari emosi yang tidak terkawal. Kemarahan, ketakutan, kesedihan, kesayuan, dan kerisauan menyebabkan pengeluaran adrenalin berlebihan yang dapat membahayakan metabolisme tubuh.
5. Darah statis yang diakibatkan oleh diet yang tidak seimbang, kegemukan, sering sembelit, dan pencemaran alam sekitar.
Dengan demikian darah statis harus dikeluarkan dengan cara apapun. Namun sistem
pengobatan allopathy (konvensional) tidak dapat bertindak demikian. Jadi, kita harus mencari pengobatan yang dapat bertindak mengeluarkan toksid-toksid tersebut secara cepat agar tubuh tidak lemah dan mudah diserang berbagai penyakit. Salah satu caranya adalah dengan berhijamah (berbekam).

Hijamah/bekam merupakan metode paling unggul dan sangat berkhasiat untuk mengatasi
berbagai macam penyakit. Bekam juga merupakan preventive medicine (metode pencegahan) selain juga sangat efektif untuk curative medicine (metode penyembuhan).

Hijamah bukanlah pengobatan alternatif. Namun ia merupakan pengobatan berdasarkan
wahyu (sunnah Rasul), maka ia mempunyai satu hikmah yang luar biasa dari sisi khasiatnya, dan yang menyembuhkannya tetap adalah Allah SWT.

HADITS YANG BERKAITAN DENGAN HIJAMAH (BEKAM)

Ada suatu pertanyaan ‘asing’ yang mesti kita jawab dan renungkan: “Apakah Anda pernah
mendengar istilah bekam (hijamah)? Apakah Anda pernah dibekam? Berbahagialah apabila Anda menjawab, “pernah”. Sayangnya, menurut sebuah survei, sebagian besar kaum muslimin belum pernah mendengar istilah bekam apalagi yang pernah dibekam.

Kenyataan ini sungguh memprihatinkan. Sebab bekam sudah dikenal ribuan tahun yang lalu, bahkan sejak zaman Nabi Musa AS, dan dikukuhkan syariatnya pada zaman Rasulullah SAW, akhirnya berkembang ke seluruh dunia hingga saat ini.

Kaum muslimin jarang sekali yang mau mendalami ilmu kedokteran warisan Rasulullah
SAW yang sangat lengkap. Di antara sebagian kedokteran Nabi SAW yang dilupakan itu adalah bekam. Sebaliknya dunia barat terus melakukan penelitian tentang bekam, yang akhirnya mereka terapkan dalam kehidupan sehari-hari, walaupun mereka tidak mengakuinya sebagai warisan Rasulullah SAW.Orang-orang beriman baik laki-laki maupun perempuan pasti sangat rindu ingin mendengar Sunnah Nabi SAW, khususnya yang telah dilupakan (sunnah matrukah). Sekarang mulai tampak banyak orang menyaksikan langsung mukjizat kesembuhan dengan mengikuti salah satu Sunnah Nabi SAW, yaitu pengobatan dengan bekam dalam mengatasi penyakit yang sulit disembuhkan oleh para dokter.

Setiap muslim tahu bahwa hadits-hadits Nabi SAW tidak pernah berubah atau berganti,
karena ia merupakan wahyu dari Allah SWT, sedangkan wahyu telah berhenti turun sejak Nabi
SAW wafat dan agama telah sempurna. Maka hadits-hadits Nabi SAW yang menyangkut metode pengobatan dengan bekam, keutamaannya, hari-hari pelaksanaannya, dan sebagainya adalah bersifat tetap tidak berubah.

Dengan maksud dakwah dan tabligh agar kaum muslimin mengetahui seluk beluk thibbun
nabawi, maka perlu disampaikan di sini hadits-hadits yang berkaitan dengan bekam.

HADITS KEUTAMAAN DAN MANFAAT BEKAM

1. Sesungguhnya cara pengobatan paling ideal yang kalian pergunakan adalah hijamah (bekam) (Muttafaq ‘alaihi, Shahih Bukhari (no. 2280) dan Shahih Muslim (no. 2214)
2. Sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan adalah al hijamah (HR. Ahmad, shahih).

3. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya pada bekam itu terkandung kesembuhan.” (Kitab Mukhtashar Muslim (no. 1480), Shahihul Jaami’ (no. 2128) dan Silsilah al-Hadiits ash-Shahiihah (no. 864), karya Imam al-Albani)
4. Dari Ashim bin Umar bin Qatadah RA, dia memberitahukan bahwa Jabir bin Abdullah RA pernah menjenguk al-Muqni’ RA, dia bercerita: “Aku tidak sembuh sehingga aku berbekam, karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: ‘Sesungguhnya didalamnya terkandung kesembuhan’.” (HR. Ahmad, Bukhari, Muslim, Abu Ya’la, al-Hakim, al-Baihaqi)
5. Kesembuhan bisa diperoleh dengan 3 cara yaitu: sayatan pisau bekam, tegukan madu, sundutan api. Namun aku tidak menyukai berobat dengan sundutan api ( HR. Muslim).
6. Penyembuhan terdapat dalam tiga hal, yakni meminum madu, sayatan alat bekam, dan sundutan dengan api. Dan aku melarang umatku berobat dengan sundutan api. (HR. Bukhori)
7. Dari Uqbah bin Amir RA, Rasulullah SAW bersabda: “ Ada 3 hal yang jika pada sesuatu ada kesembuhan, maka kesembuhan itu ada pada sayatan alat bekam atau minum madu atau membakar bagian yang sakit. Dan aku membenci pembakaran (sundutan api) dan tidak juga menyukainya.” (HR. Ahmad dalam Musnad-nya)
8. Dari Ibnu Umar RA, Rasulullah SAW bersabda: “Jika ada suatu kesembuhan pada obat-obat kalian maka hal itu ada pada sayatan alat bekam.” Beliau bersabda: “Atau tegukkan madu.” (Kitab Kasyful Astaar ‘an Zawaa-idil Bazar,karya al-Haitsami, III/388)
9. Dari Ibnu Abbas RA, Nabi SAW bersabda: “Orang yang paling baik adalah seorang tukang bekam (Al Hajjam) karena ia mengeluarkan darah kotor, meringankan otot kaku dan
mempertajam pandangan mata orang yang dibekamnya.” (HR. Tirmidzi, hasan gharib).
10. Jika pada sesuatu yang kalian pergunakan untuk berobat itu terdapat kebaikan, maka hal itu adalah berbekam (Shahih Sunan Ibnu Majah, karya Syaikh Al-Albani (II/259), Shahih Sunan Abu Dawud, karya Syaikh Al-Albani (II/731)).
11. Dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda: “Kalian harus berbekam dan
menggunakan al-qusthul bahri.” (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, dan an-Nasai dalam kitab as-Sunan al-Kubra no. 7581).
12. Dari Abdullah bin Mas’ud RA, dia berkata: “Rasulullah SAW pernah menyampaikan sebuah hadits tentang malam dimana beliau diperjalankan bahwa beliau tidak melewati sejumlah malaikat melainkan mereka semua menyuruh beliau SAW dengan mengatakan: ‘Perintahkanlah umatmu untuk berbekam’.” (Shahih Sunan at-Tirmidzi, Syaikh al-Albani (II/20), hasan gharib).
13. Pada malam aku di-isra’kan, aku tidak melewati sekumpulan malaikat melainkan mereka berkata: “Wahai Muhammad suruhlah umatmu melakukan bekam.” (HR Sunan Abu Daud, Ibnu Majah, Shahih Jami’us Shaghir 2/731)
14. Dari Ibnu ‘Abbas RA, Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah aku berjalan melewati segolongan malaikat pada malam aku diisra’kan, melainkan mereka semua mengatakan kepadaku: ‘Wahai Muhammad, engkau harus berbekam’.” (Shahih Sunan Ibnu Majah, Syaikh al-Albani (II/259))
15. Dari Ibnu Umar RA, Rasulullah SAW bersabda: “Tidaklah aku melewati satu dari langit-langit yang ada melainkan para malaikat mengatakan: ‘Hai Muhammad, perintahkan ummatmu untuk berbekam, karena sebaik-baik sarana yang kalian pergunakan untuk berobat adalah bekam, al-kist, dan syuniz semacam tumbuh-tumbuhan’.” (Kitab Kasyful Astaar ‘an Zawaa-idil Bazar, karya al-Haitsami, III/388)
16. Dari Jabir al-Muqni RA, dia bercerita: “Aku tidak akan merasa sehat sehingga berbekam, karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda: ‘Sesungguhnya pada bekam itu terdapat kesembuhan’.” (Shahih Ibnu Hibban (III/440))
17. Dari Anas RA, dia bercerita: “Rasulullah SAW bersabda: ‘Jika terjadi panas memuncak, maka netralkanlah dengan bekam sehingga tidak terjadi hipertensi pada salah seorang diantara kalian yang akan membunuhnya’.” (diriwayatkan oleh al-Hakim dalam kitab al-Mustadrak, dari Anas RA secara marfu’, beliau mensyahihkannya yang diakui pula oleh adz-Dzahabi (IV/212))
KEADAAN KETIKA MELAKUKAN BEKAM DAN TITIK-TITIK BEKAMNYA

1. Dari Ibnu Abbas RA, berkata: “Rasulullah SAW berobat dengan hijamah ketika beliau sedang ihram.” (HR. Bukhari)
2. Dari Anas bin Malik RA, dia bercerita: “Nabi SAW pernah berbekam ketika beliau tengah
berihram karena rasa sakit yang beliau rasakan di kepalanya.” (Shahih Ibnu Khuzaimah, karya al-A’zhami (IV/187))

3. Dari Anas RA, berkata: “Bahwa Nabi SAW pernah berbekam ketika beliau tengah berihram di bagian punggung kaki beliau karena rasa sakit yang ada padanya.” (Shahih Ibnu Khuzaimah, karya al-A’zhami (IV/187))
4. Dari Ibnu Abbas RA, berkata: “Rasulullah SAW berobat dengan hijamah ketika beliau sedang puasa.” (HR. Bukhari)
5. Dari Abdullah bin Buhainah RA, dia bercerita: “Rasulullah SAW berbekam di bagian tengah kepalanya sedang beliau tengah berihram karena pusing yang beliau rasakan.” (HR. Bukhari)
6. Dari Ibnu Umar RA, dia bercerita: “Nabi SAW pernah berbekam di kepalanya dan
menyebutnya dengan Ummu Mughits.” (Kitab al-Fawaaid, dinilai hasan oleh al-Albani)
7. Dari seseorang, dia bercerita, “Rasulullah SAW bersabda: ‘Tidak batal puasa orang yang muntah atau orang yang bermimpi (basah) dan tidak juga orang yang berbekam’.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Khuzaimah, sanad hasan oleh al-Albani)
8. Dari Jabir RA, dia bercerita: “Sesungguhnya Nabi SAW jatuh dari kuda beliau dan menimpa batang pohon, sehingga kaki beliau patah. Waki’ RA berkata: ’Sesungguhnya Nabi SAW berbekam di bagian kaki yang terkilir’.” (Shahih Sunan Ibnu Majah, karya al-Albani )
9. Dari Jabir RA: “Nabi SAW pernah berbekam karena kakinya tersandung/terkilir.” (Shahih Ibnu Khuzaimah)
10. Dari Anas bin Malik RA: “Bahwa Nabi SAW pernah berbekam di kedua urat merih (vena jugularis/jugular vein) dan punggung bagian atas.” (HR. Abu Dawus, dishahihkan oleh al-Albani)
11. Dari Abu Kabsyah al-‘Anmari RA: “Rasulullah SAW pernah dibekam bagian tengah kepalanya dan diantara kedua pundaknya. Dan Beliau bersabda: ‘Barangsiapa mengalirkan darah ini, maka tidak akan mudharat baginya untuk mengobati sesuatu dengan sesuatu’.” (Shahih Sunan Abu Dawud (no. 3268), lihat juga kitab Jaami’ul Ushuul (VII/541))
12. Disebutkan oleh Abu Nu’aim di dalam kitab ath-Thibbun Nabawi, sebuah hadits marfu’: “Kalian harus berbekam di jauzatil qamahduwah, karena sesungguhnya ia dapat menyembuhkan dari 5 penyakit.” Beliau menyebutkan diantaranya adalah kusta.

TANGGAL PELAKSANAAN BEKAM

1. Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa berbekam pada hari ke-17, 19 dan 21 (tahun Hijriyah), maka ia akan sembuh dari segala macam penyakit.” (Shahih Sunan Abu Dawud, II/732, karya Imam al-Albani)
2. Dari Abdullah bin Mas’ud RA, Rasulullah SAW bersabda: “ Sesungguhnya sebaik-baik bekam yang kalian lakukan adalah hari ke-17, ke-19, dan pada hari ke-21.” (Shahih Sunan at-Tirmidzi, Syaikh al-Albani (II/204))
3. Dari Anas bin Malik RA, dia bercerita: “ Rasulullah SAW biasa berbekam di bagian urat merih (jugular vein) dan punggung. Beliau biasa berbekam pada hari ke-17, ke-19, dan ke-21.” (HR, Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ahmad, sanad shahih)
4. Dari Ibnu Abbas RA, ia berkata: “Rasulullah SAW bersabda: ‘Berbekamlah pada hari ke-17 dan ke-21, sehingga darah tidak akan mengalami hipertensi yang dapat membunuh kalian’.” (Kitab Kasyful Astaar ‘an Zawaa-idil Bazar, karya al-Haitsami (III/388))
HARI PELAKSANAAN BEKAM

1. Dari Abu Hurairah RA, dia bercerita: “Rasulullah SAW bersabda: ‘Barangsiapa berbekam pada hari Rabu atau hari Sabtu, lalu tertimpa wadhah (cahaya dan warna putih, lepra), maka hendaklah dia tidak menyalahkan, melainkan dirinya sendiri’.” (Kitab Kasyful Astaar ‘an Zawaa-idil Bazar, karya al-Haitsami (III/388))
2. Dari Ibnu Umar RA, Rasulullah SAW bersabda: “Berbekam dilakukan dalam keadaan perut kosong adalah yang paling ideal, dimana ia akan menambah kecerdasan otak dan menambah ketajaman menghafal. Ia akan menambah seorang penghafal lebih mudah menghafal. Oleh karena itu, barangsiapa hendak berbekam, maka sebaiknya dia melakukannya pada hari Kamis dengan menyebut nama Allah SWT. Hindarilah berbekam pada hari Jumat dan hari Sabtu serta hari Ahad. Berbekamlah pada hari Senin dan Selasa. Hindarilah berbekam pada hari Rabu, karena Rabu merupakan hari dimana nabi Ayyub tertimpa malapetaka. Tidaklah timbul penyakit kusta dan lepra, kecuali pada hari Rabu atau malam hari Rabu.” (Shahih Sunan Ibnu Majah, II/261, karya Imam al-Albani)
Catatan

Al-Khallal berkata: “Aku diberitahu Ishmah bin Isham, dia berkata: Aku diberitahu Hambal, dia berkat: ‘Abu Abdullah Ahmad bin Hambal biasa melakukan bekam kapan pun ketika darah tidak normal dan kapan pun waktunya’.”
Dari beberapa hadits di atas dapat disimpulkan bahwa Nabi SAW biasa melakukan bekam ketika sakit, tanpa harus melihat kapan waktunya, tanpa harus menunggu hingga tiba waktu tertentu.
Secara ilmiah dan medis, jika waktu-waktu yang ditetapkan para ulama itu merupakan waktu yang paling baik dan paling tepat untuk melakukan bekam, karena pada saat itulah darah sedang tidak normal, maka waktu datangnya sakit merupakan waktu yang paling tepat dan efektif, karena saat itulah darah sedang tidak normal.

HALALNYA UPAH BAGI PEMBEKAM (HAJJAM)

1. Dari Ibnu Abbas RA: “Bahwa Nabi SAW pernah berbekam di kedua urat merih dan di bagian antara kedua pundak yang merupakan pangkal punggung. Lalu beliau memberikan upah kepada pembekam. Seandainya upah bekam itu haram, pastilah Beliau SAW tidak memberinya.” (Kitab Mukhtashar asy Syamaa-ilil Muhammadiyah, tahqiq dan ikhtishar oleh Imam al-Albani)
2. Dari Rafi’ bin Khadij RA, Rasulullah SAW bersabda: “Apa yang didapatkan oleh seorang
pembekam, maka sebaiknya upah itu diberikan rangsum makanan untuk binatang ternak.” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, Abu Dawud, at-Tirmidzi)
3. Dari Ibnu Umar RA: “Bahwa Nab 4 AW pernah mengundang seorang tukang bekam lalu dia membekam beliau SAW. Setelah selesai, beliau SAW bertanya kepadanya: ‘Berapa pajakmu?’ Dia menjawab: ‘Tiga sha’.’ Lalu beliau SAW membatalkan satu sha’ dari pajaknya, kemudian beliau memberikan upahnya.” (Kitab Mukhtashar asy Syamaa-ilil Muhammadiyah, tahqiq dan ikhtishar oleh Imam al-Albani)
4. Dari Ali RA: “Bahwa Nabi SAW pernah berbekam dan menyuruhku untuk memberi tukang pembekam upahnya.” (Kitab Mukhtashar asy Syamaa-ilil Muhammadiyah, tahqiq dan ikhtishar oleh Imam al-Albani)
5. Dari Abdullah bin Mas’ud RA, dia bercerita: “Rasulullah SAW melarang mencari rizqi melalui
tukang bekam.” (HR. Ibnu Majah)
6. Dari Anas bin Malik RA, dia bercerita: “Rasulullah SAW pernah berbekam, beliau dibekam oleh Abu Thayyibah RA. Lalu beliau menyuruh seseorang untuk memberikan dua sha’ bahan makanan kepadanya. Beliau memberitahu keluarganya, lalu mereka menghapuskan pajaknya.” (Kitab Mukhtashar asy Syamaa-ilil Muhammadiyah, tahqiq dan ikhtisar oleh Imam al-Albani)
Catatan
Tirmidzi meriwayatkan dalam Sunan-nya dari ‘Ikrimah RA: “Ibnu Abbas RA memiliki tiga orang budak yang ahli bekam. Dua orang diantaranya dikaryakan untuk sumber penghasilan dirinya dan keluarganya, sedangkan yang satu orang lagi khusus membekam dirinya dan keluarganya.” (Ath-Thibb, 1978, hasan ghorib)

TESTIMONI PENELITIAN

1. Berdasarkan Laporan Umum Penelitian tentang Pengobatan dengan Metode Bekam tahun 2001 M (pada 300 kasus) dalam buku Ad Dawa’u l-Ajib yang ditulis oleh ilmuwan Damaskus Muhammad Amin Syaikhu didapat data sebagai berikut:
2. Dalam kasus-kasus tekanan darah tinggi, tekanan darah turun hingga mencapai batas-batas normal.
3. Dalam kasus-kasus tekanan darah rendah, tekanan darah naik hingga batas batas normal.
4. Jumlah sel-sel darah putih (leukosit) meningkat dalam 60% kasus dan masih dalam batas-batas normal.
5. Kadar gula darah turun pada pengidap kencing manis dalam 92,5 % kasus.
6. Jumlah asam urat di darah turun pada 83,68% kasus.
7. Pada darah bekam yang keluar, didapati bahwa eritrosit yang didalamnya berbentuk aneh.? tidak berfungsi normal, menganggu kinerja sel lain.
PROSEDUR MELAKUKAN PEMBEKAMAN

1. PERSIAPAN
A. MENYIAPKAN ALAT, SARANA DAN RUANGAN
1) Alat yang dipersiapkan: set kop/tabung penghisap, skapel, jarum, lancet pen, pisau bedah, duk kain, sarung tangan, masker, mangkok/cawan, tempat sampah, meja dan kursi

2) Bahan yang disiapkan: kassa, kapas/tissue, betadin, detol, sabun, zalf, alkohol, spiritus,
minyak zaitun, minyak habbatussauda, al qusthul hindi, minyak urut hangat (misal
gandapura), minuman hangat, baik kalau disediakan madu dan susu.

3) Mensterilkan alat agar bebas kuman dan tidak menyebarkan penyakit, dengan cara: merebus tabung kop paling sedikit selama 30 menit setelah air mendidih terus menerus (karet dilepas dulu). Sarung tangan, karet dan duk kain disterilkan dengan tablet formalin.

4) Jarum, pinset, pisau, silet, hanya boleh sekali pakai saja. Selesai satu pasien, langsung buang
5) Ruangan harus bersih, terang dan cukup aliran udara dan tidak pengap

B. MENYIAPKAN PASIEN
1) Pasien dijelaskan tentang bekam, efek yang terjadi, proses kesembuhan dll
2) Pasien disiapkan mentalnya agar tidak gelisah dan takut, bimbinglah berdoa dan berwudlu
3) Bagi pasien yang belum pernah dibekam cukup dibekam 1 -2 gelas
4) Pasien dipersiapkan makanan, minuman, kebersihan tubuh dan kebersihan tempat yang akan dibekam

C. MENYIAPKAN DIRI SENDIRI (JURU BEKAM)
1) Juru bekam dalam keadaan sehat, tidak sakit, sudah berwudlu dan berdoa
2) Juru bekam telah menguasai ilmu bekam (professional)
3) Juru bekam sudah sering dibekam dan membekam
4) Juru bekam meningkatkan iman dan taqwa
2. IDENTIFIKASI PASIEN
A. Mencatat Identitas Umum: Nama, alamat, usia, jenis kelamin, status
B. Mencatat Identitas Keluarga: Kedudukan dan status dalam keluarga
3. MEWAWANCARAI PASIEN
A. Keluhan pasien, keluhan utama, keluhan tambahan/lain, riwayat penyakit
B. Keluhan dari masing-masing organ tubuh
4. MEMERIKSA FISIK PASIEN
A. Pemeriksaan Umum: tekanan darah, nadi, suhu, pernafasan, lidah, iris, telapak tangan, dll
B. Pengamatan, pendengaran, dan penciuman dari daerah keluhan, dan dari masing-masing organ
C. Perabaan sekitar keluhan dan perabaan pada sekitar organ lain
D. Pengetukan daerah sekitar keluhan dan pada organ lain
5. PEMERIKSAAN PENUNJANG LAIN
A. Pemeriksaan khusus: iris mata (iridologi), lidah, telinga, telapak tangan dll
B. Pemeriksaan penunjang: laboratorium, radiologi, CT-Scan, MRI dll
6. PENYIMPULAN DAN PENENTUAN DIAGNOSA PENYAKIT
A. Menentukan jenis keluhan
B. Menentukan jenis penyakit
C. Menentukan letak penyakit
D. Menentukan penyebab penyakit
E. Menentukan jenis pengobatan
7. MENENTUKAN DAERAH DAN TITIK YANG DIBEKAM
A. Titik yang sesuai dengan yang dikeluhkan
B. Titik lain yang satu jurusan/meridian dengan titik yang dikeluhkan
C. Titik lain yang berlawanan dengan titik yang dikeluhkan
D. Titik lain yang berpasangan dengan titik yang dikeluhkan

E. Titik-titik istimewa
F. Titik-titik khusus
8. MELAKUKAN PEMBEKAMAN
A. Bekam tanpa mengeluarkan darah (hijamah jaffah = bekam kering)
B. Bekam dengan mengeluarkan darah (hijamah damamiyah = bekam basah)
9. MEMBERIKAN TERAPI LAIN
A. Memberikan terapi tindakan, operasi dll
B. Memberikan “food suplement” obat-obatan dan bahan berkhasiat
C. Memberikan nasehat, tausiyah dan doa.
BEBERAPA HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM PROSES PEMBEKAMAN

1. Bekam tidak dianjurkan terhadap:
a) Penderita diabetes (kencing manis) atau pendarahan, kecuali juru bekam yang benar-benar ahli.
b) Pasien yang fisiknya sangat lemah
c) Penderita infeksi kulit yang merata
d) Orang tua, jika mereka tidak sangat membutuhkannya, karena lemahnya fisik mereka
e) Anak-anak penderita dehidrasi (kekurangan cairan) (bekam basah)
f) Penderita penyakit kanker darah
g) Penderita yang sering mengalami keguguran kandungan
h) Penderita penyakit gila dan ketidakstabilan emosi
i) Penderita Hepatitis A dan B apabila sedang dalam kondisi parah. Adapun bila kondisi sudah tidak parah atau penyakit tersebut merupakan penyakit menahun, maka tidak mengapa untuk diobati dengan bekam

j) Pengidap penyakit kuning karena hepatitis
k) Pasien yang melakukan cuci darah
l) Pasien yang mengalami kelainan klep jantng, kecuali di bawah pengawasan dokter dan orang yang benar-benar ahli bekam

m) Penderita kedinginan, sementara suhu badannya sangat tinggi atau penderta flu dan

semisalnya, kecuali setelah ia tidak lagi merasa kedinginan
n) Wanita hamil pada 3 bulan pertama
o) Terhadap orang yang kesurupan, terkena sihir, guna-guna, dan sebagainya, kecuali juru bekam yang telah mampu menghadapi kasus-kasus semacam ini.

p) Pada orang yang baru pertama kali melakukannya, kecuali setelah dilakukan persiapan
mental baginya. Yang paling baik adalah hendaknya ia melihat orang lain yang berbekam di
hadapannya. Selain itu, ia perlu mendengar tentang keutamaan-keutamaan dan manfaat
bekam

q) Pasien yang masih mengkonsumsi obat pelancar darah, kecuali dengan sangat hati-hati.
Demikian pula terhadap orang yang kelelahan, sehingga ia beristirahat
r) Pasien penyakit jantung, tidak boleh dilakukan terhadap pasien yang menggunakan
peralatan bantu untuk mengatur detak jantung.

s) Terhadap orang yang baru memberikan donor darah kecuali setelah berlalu beberapa hari, tergantung kondisi kesehatannya. Demikian pula terhadap penderita vertigo, sampai keadaan dirinya rileks.

t) Pengguna obat-obat perangsang tidak dianjurkan untuk dibekam, kecuali setelah
meninggalkannya. Penderita ketakutan juga sebaiknya menunggu sampai kondisi
kejiwaannya tenang.

2. Seyogyanya dihindari pembekaman langsung sesudah mandi
3. Seyogyanya dihindari pembekaman setelah pasien mengalami muntah
4. Dianjurkan tidak langsung makan sesudah berbekam, tetapi boleh minum madu atau minuman yang memulihkan kebugaran
5. Pada penderita dengan kelainan cairan lutut, dalam pembekaman jangan sampai gelas bekam dipasang pada daerah yang sakit, melainkan di sekitarnya.
6. Varises yang terjadi di betis, maka pembekaman dilakukan di kanan kiri varises secara hati-hati
7. Pembekaman terhadap pasien yang mengidap penyakit liver (hati) harus dilakukan secara sangat hati-hati

8. Penderita penyakit perdarahan atau diabetes (kencing manis) jika dilakukan pembekaman, maka
tidak dengan sayatan, melainkan dengan tusukan ringan dengan jarum akupuntur
9. Untuk penderita tekanan darah rendah hendaklah daerah punggung bagian bawah tidak
dibekam. Pembekaman hendaknya juga dilakukan satu demi satu, jangan dilakukan
pembekaman sekaligus di dua tempat atau lebih secara bersamaan
10. Untuk penderita anemia, pembekaman dilakukan satu demi satu, sesuai dengan kesiapan kondisi tubuhnya. Jika pasien mengalami pingsan, maka gelas bekam harus segera dicabut dan pasien diberi minuman yang mengandung gula (air manis).
11. Jangan melakukan bekam kecuali setelah bertanya kepada pasien, apakah aliran darahnya deras, apakah ia mengidap diabetes, penyakit-penyakit hati (hepatitis), kanker, urat yang robek, dan ada cairan di lututnya.
12. Bekam
terhadap wanita harus dilakukan oleh sesama wanita atau laki-laki yang menjadi
mahramnya
13. Tidak boleh dilakukan bekam di atas simpul otot, tapi bisa dilakukan penyedotan dengan gelas, tanpa penyayatan (bekam kering)
14. Bagi orang tua dan anak-anak, hanya dilakukan penyedotan ringan
15. Tidak dianjurkan melakukan bekam dalam keadaan sangat kenyang atau sangat lapar
16. Dianjurkan mandi air hangat dan melakukan pemijatan setelah berbekam
17. Ditegaskan pada pasien agar sehari sebelum dan sesudah bekam tidak berhubungan badan (bersetubuh) dengan istrinya untuk menghindari lemah badan.
18. Jika pasien pingsan lantaran bekam, hendaknya dibaringkan dan diolesi minyak jinten hitam (habbatussauda) pada bagian tengkuknya dan dipijati perlahan hingga sadar. Juru bekam tidak perlu kuatir, sebab hal itu sudah biasa terjadikarena kondisi fisik pasien yang kurang fit. Juru bekam hendaknya menenangkan pasien ketika telah sadar dan bekam bisa dilanjutkan lain waktu ketika keadaan pasien sudah normal.
19. Dapat juga untuk pasien yang pingsan hendaknya dibaringkan di atas lantai yang tidak dingin dengan posisi terlentang, kemudian angkat kaki setinggi mungkin atau telungkup dan angkat kaki dan tekuk berulang kali.
CARA MEMBEKAM

1. Siapkan gelas ukuran sedang yang telah dipasang alat pemantiknya, dalam keadaan steril yang sebelumnya dapat direndam dalam alkohol kemudian dikeringkan dan dibersihkan dengan tissue/kapas.
2. Bersihkan daerah akhda’dengan kapas/kain kassa yang telah diberi betadine. Juru bekam dan pasien dalam keadaan suci dari hadas dengan wudlu. Juru bekam dapat membaca/berdoa (sir atau jahr) dengan bacaan ruqyah untuk orang sakit yang dicontohkan Nabi SAW. dan ingatkan
pasien untuk selalu berdzikir dengan membaca minimal: “Allahu huwa asysyifa” atau “Allahu Huwasysyafi’” (Allah Yang Maha Menyembuhkan), selama proses pembekaman supaya yaqin bahwa hanya Allah SWT. yang dapat menyembuhkan penyakit. Juru bekam juga harus selalu membaca dzikir ini.
3. Letakkan alat bekam di daerah akhda’dan ucapkan Basmalah (dengan sir atau jahr)
4. Kokang secukupnya 2-3 kali, tidak terlalu kuat atau lemah, kemudian geserkan gelas bekam ke seluruh tubuh bagian punggung, tanpa melepas penyedotnya. Jika terlalu lemah sedotannya maka gelas bekam akan lepas, sedot lagi secukupnya. Cara ini disebut “Bekam Luncur”, untuk mendapatkan kelenturan kulit dan daging sebelum bekam kering, serta memberikan efek nyaman pada pasien.
5. Setelah bekam luncur selesai, pijat-pijatlah daerah yang akan dibekam, seperti halnya pijat refleksi. Pijat ini akan memberikan kelenturan kulit dan daging juga dan memberikan rasa nyaman.
6. Letakkan lagi alat bekam di daerah akhda’dan ucapkan Basmalah (dengan sir atau jahr)
7. Kokang atau sedot secukupnya 8-10 kali sehingga gelas menempel kokoh berada di daerah akhda’, kemudian tunggu 5-7 menit.
8. Bukalah penutup gelas bagian atas agar udara dapat masuk, sehingga gelas bekam mudah diambil.
9. Ambil silet/pisau/jarum/lancet pen lalu sayatkan/tusukkan ke daerah akhda’secukupnya (jangan terlalu dalam dan banyak sayatan) dan arah sayatan harus searah dematom kulit (jangan berlawanan karena bisa terputus syaraf dan pembuluh darahnya)
10. Ambil gelas dan pemantiknya, arahkan ke tempat semula, lalu kita kokang secukupnya sambil mengucapkan Basmalah. Kemudian tunggu sampai darah kotor (rusak) keluar 5-7 menit. Gelas mulai kelihatan terisi darah kotor akibat adanya tekanan udara dalam gelas tersebut. Perhatikan betul bagi penderita diabetes agar waktu bekam tidak terlalu lama untuk menghindari terkelupasnya kulit yang dapat menimbulkan luka.

11. Ambil tissue dan letakkan di bawah gelas dengan tangan kiri, lalu perlahan buka penutup udara
bagian atas gelas dan segera buka, ditekan lalu arahkan agar darah masuk semua ke dalam gelas bekam dengan tangan kanan. Tahan tissue dengan tangan kiri sampai sisa darah habis dan bersihkan ke seluruh daerah akhda’dengan tissue tersebut sampai bersih.
12. Bersihkan gelas bekam yang berisi darah kotor dengan tissue. Semakin parah penyakit seseorang, maka semakin merah kehitaman darah yang ada di gelas. Bersihkan gelas sampai jernih kembali.
13. Lakukan lagi proses penyedotan sekurang-kurangnya 2 kali maksimal 5 kali. Setelah selesai, gelas bekam ditaruh di cawan untuk dibersihkan.
14. Tutup luka sayatan/tusukan dengan membersihkan sisa darah dengan betadine, lalu oleskan minyak habbatussauda/ zaitun/ al-qisthul hindi, lalu tutup dengan kapas/tissue agar minyak tidak mengenai pakaian dan dagu.
15. Dengan pemakain minyak di atas, Insya Allah luka sayatan akan tertutup kembali/normal seperti semula.
TEMPAT/TITIK BEKAM

1. Di bagian atas kepala (ummu mughits), caranya dengan mencukur rambut pada bagian yang akan dibekam. Bekam di kepala sangat efektif untuk terapi penakit migrain, vertigo, sakit kepala menahun, darah tinggi, stroke, suka mengantuk, sakit gigi, sakit mata, melancarkan peredaran darah, perbaikan sistem kekebalan tubuh, dan lain-lain.
2. Di sekitar urat leher (al akhda’iin), titik ini untuk mengobati penyakit seperti: sakit kepala,
wajah, kedua telinga, mata, polip (hidung) dan tenggorokan, gigi seri lidah, kanker darah,
melancarkan peredaran darah.
3. Di bawah kepala (An Naqrah), sekitar empat jari di bawah (tulang tengkorak paling bawah), bermanfaat menyembuhkan radang mata (pada anak-anak), tumor pada telinga, berat kepala, bintik-bintik di wajah, jerawat.
4. Daerah antara dua pundak (al kaahil), merupakan titik paling sentral untuk mengatasi berbagai macam penyakit.
5. Daerah sekitar pundak kiri dan kanan (Naa ‘is), yaitu daging lembut di pundak yang tegang ketika merasa takut. Bekam pada titik ini dapat bermanfaaat untuk menetralisir keracunan dan penyakit liver.
6. Daerah punggung (di bawah tulang belikat), bekam di daerah ini banyak memiliki keistimewaan dan kahsiatnya.
7. Daerah punggung bagian bawah dan tulang ekor untuk penyakit pegal/nyeri di pinggang dan wasir.
8. Pangkal telapak kaki (iltiwa’ – di bawah mata kaki) untuk penyakit nyeri di kaki, asam urat, kaku, dan pegal-pegal.
9. Di tempat-tempat yang dirasakan sakit.
Lebih detail, diterangkan sebagai berikut:

1. AL AKHDA’AIN :
a) Terletak di sekitar otot-otot (urat leher) kanan dan kiri, di sekitar vena jugularis interna dan di sekitar otot sternocleidomastoideus.

b) Merupakan pusat kegiatan dan penjalaran dari usus kecil dan besar.

c) Berperan dalam pengobatan gondok, afonia, kaku kuduk/leher, nyeri tenggorokan, flu, pipi bengkak, tinnitus, mencegah sakit kepala, sakit wajah, sakit gigi, sakit telinga, hidung, sakit kerongkongan .

2. ILTIWA’
a) Terletak di bawah mata kaki bagian dalam (malleolus medialis), antara malleolus medialis dengan tulang tumit (calcaneus)
b) Merupakan pusat penjalaran organ ginjal

c) Berperan dalam pengobatan tinnitus, hemoptisis, gangguan haid, insomnia, ejakulasi dini, asam urat, ginjal, bronkietasis, nyeri punggung, gangguan kencing dll.

3. AL KAHIL
a) Terletak di sekitar tonjolan tulang leher belakang (processus spinosus vertebrae VII), antara bahu (acromion) kanan dan kiri, setinggi pundak.
b) Merupakan titik pertemuan dan penjalaran organ kandung empedu, lambung, usus halus, usus besar, kandung kemih dan tripemanas.
c) Berperan dalam pengobatan nyeri leher, demam, epilepsi, batuk, flu, asma, kaku punggung dll.
d) Anas bin Malik berkata: ” Rasulullah SAW. pernah dibekam di al akhda’ain dan al kahil” (HR.At Tirmidzi, Abu Dawud, Hakim dan Ahmad).

4. HAMMAH (‘Alaa Ro’sun)
a) Merupakan titik paling atas kepala, terletak di tulang ubun-ubun (osparetale) bagian depan, yaitu terletak di titik pertemuan antara batas rambut bagian belakang dengan batas rambut bagian depan.

b) Berperan dalam pengobatan sakit kepala, pusing, vertigo, mania, gangguan pengkihatan, menghilangkan pengaruh sihir, stroke dll.

5. YAFUKH
a) Terletak di titik pertemuan tulang tengkorak depan dan belakang, yaitu antara tulang ubun-ubun (os parietale) dan tulang dahi (os frontale).
b) Pada anak-anak, saat pembekaman tidak boleh dikeluarkan darahnya, karena umumnya pertemuan antara kedua tulang tersebut belum menutup sempurna.
c) Berperan dalam pengobatan epilepsi, pusing, sakit kepala, gangguan penglihatan, rinorhea, kejang dll.

6. AL KATIFAIN
Kedua bahu. Berfaidah untuk mengobati penyakit di pundak dan penyakit leher. (Nabi SAW
melakukan bekam pada kedua bahu saat diberi makanan lengan daging kambing yang dibubuhu racun oleh yorang Yahudi.
7. ‘ALA WARIK
Berguna untuk sakit pegal-pegal, lower back pain (Dari Jabir RA, bahwa Rasulullah SAW pernah melakukan bekam pada pinggulnya karena penyakit pegal-pegal/capek yang dideritanya (HR. An-Nasai, Ibnu Majah).
8. QAMAHDUAH
a) Terletak di tulang kepala belakang di sekitar tonjolan tulang
b) Bagian dimana kalu sesorang tidur terlentang maka qamahduah adalah bagian kepala yang menempel di tanah.
c) Berperan dalam pengobatan sakit kepala belakang, pening, tuli, kaku lidah, schizophrenia, epilepsi, leher kaku, pusing, vertigo dll.

9. PELIPIS DAN DAGU
Berguna untuk mengobati pusing/pening pada kepala, mengobati sakit gigi dan sakit pada bagian
wajah, mengobati sakit kerongkongan/batuk. (Dari Ibnu Abbas berkata, Rasulullah SAW pernah melakukan bekam sebanyak 3 kali pada kedua pelipisnya.
10. BAGIAN PUNGGUNG KAKI
Berguna untuk menghilangkan kutil atau borok yang tumbuh di kedua paha, betis, serta tulang kering. Menghentikan keluarnya darh haidh dan gatal-gatal pada buah testis (kantung kemaluan laki-laki) dan asam urat.
11. DI BAWAH DADA DI ATAS PERUT
Berguna untuk menyembuhkan bisul-bisul, kurap/kudis dan panu yang ada di paha, menyembuhkan kaki yang sering nyeri, mengobati wasir, mengobati penyakit kaki bengkak (elephantiasis), menghilangkan gatal-gatal pada bagian punggung.

12. ‘ALA DZOHRIL QODAMI

Terletak di bagian kaki belakang di bawah lekukan lutut. Berguna untuk menghilangkan keletihan pada bagian kaki.
13. UMU MUGITS
a) Terletak di tulang tengkorak di bagian atas agak ke belakang. Tepatnya di tulang ubun-ubun, di 2/3 bagian depan.
b) Apabila kepala dan batas rambut bagian belakang ke batas rambut bagian depan dibagi menjadi

12 bagian, maka umu mugits terletak di 7 bagian dari garis batas rambut bagian belakang dan 5 bagian dari garis batas rambut bagian depan.

c) Hati-hati saat pembekaman kepala, sebab dekat dengan pusat sensorik dan motorik, yang menyebabkan kelumpuhan organ-organ dan alat-alat tubuh.

TITIK-TITIK TERLARANG UNTUK DIBEKAM

Pada dasarnya bekam dapat dilakukan di tempat mana saja, namun harus diingat ada bagian-bagian tubuh yang apabila dibekam menimbulkan efek negatif. Oleh karena itu harus diperhatikan tempat-tempat bahaya tersebut.

Titik bekam yang harus dihindari adalah area tubuh yang banyak simpul limpa (lymphatic
system), lubang-lubang pada anggota tubuh, area tubuh yang berdekatan dengan pembuluh besar, lokasi palpitasi, dan bagian tubuh yang ada varises, tumor, retak tulang, jaringan luka, dan
sebagainya.

Sistem limpa merupakan sistem penyingkiran sisa-sisa buangan metabolisme, bakteri jahat, sisa sel tubuh, dan bahan-bahan tidak terpakai lainnya dari jaringan dalam tubuh ke dalam nodus limpa dimana dimusnahkan oleh sel-sel immunity, seperti sel B, sel T, dan magrofag. Sistem limpa daerah lympatic yaitu daerah dimana terdapat pembuluh darah limpa yang memproduksi cairan lympatic untuk mengontrol sistem kekebalan tubuh, antara lain dada, leher bagian depan, ketiak, lengan depan bagian atas, pangkal paha, bagian persendiaan, tonsil tenggorokan, dan ulu hati.

Secara lebih lengkap titik-titik terlarang sebagai berikut:

1. Inveksi baru. Karena darah akan mengucur deras dan keluar terlalu banyak. Karena dengan torehan yang tipis pada epidermis saja, darah bisa keluar banyak yang dapat mengakibatkan anemia.
2. Patella atau tempurung lutut
3. Tepat di sendi-sendi tulang
4. Varises. Benar-benar merupakan tindakan yang amat bodoh jika gelas bekam mengenai varises. Jika pembuluh darah vena yang mengalami varises itu pecah, maka dapat mengancam nyawa pasien
5. Tumor dan kanker. Prinsipnya sama dengan varises
6. Tulang punggung kecuali di bagian bawah servikal dan bagian atas torakal serta bagian bawah lumbar
7. Pusat kelenjar limfa atau getah bening atau node lymphaticy
8. Lubang-lubang alami, seperti telinga, pusar, puting susu atau payudara, mata, telinga
9. Bagian yang terkena cacar air. Prinsipnya sama dengan luka baru
10. Di bagian tubuh yang sangat sakit karena asam urat stadium tinggi
11. Bagian perut wanita hamil. Kalaulah harus dihijamah, maka dapat dihijamah dari arah belakang atau punggung
12. Bagian tubuh yang sensitive dan banyak syaraf yang lembut, seperti pergelangan lengan tangan dalam. Hal ini hanya sebatas untuk kehati-hatian, karena toh sayatan dilakukan amat tipis di epidermis
13. Tepat di lipatan tubuh, seperti ketiak, selangkangan, siku dalam
WAKTU KHUSUS BEKAM

Dari Abdullah bin Mas’ud r.a., dia berkata, Rasulullah Saw bersabda: “Waktu yang paling baik bagi kalian untuk melakukan hijamah ialah pada tanggal 17, 19, dan 21 (dari bulan
qamariyah)”.

Secara alamiah pada tanggal tersebut cairan-cairan dalam tubuh bergolak dan mencapai
puncak penambahannya. Jika di awal bulan darah belum bergejolak sedangkan di akhir bulan darah sudah mulai berkurang.

Pemilihan waktu hijamah adalah sebagai tindakan preventif untuk menjaga kesehatan dan
penjagaan diri terhadap penyakit. adapun untuk kasus tertentu misalnya sakitnya tidak tepat/ jauh pada tanggal tersebut bisa dibekam pada waktu sakit karena saat itu darah dalam keadaan tidak normal.

Dari Anas RA, berkata Rasulullah SAW biasa berbekam pada akhda’ain dan tengkuk. Beliau
berbekam pada tanggal 17, 19, dan 21 bulan hijrah (HR. Tirmidzi:51/Hasan). Rasulullah SAW
bersabda: “Barangsiapa berbekam pada tanggal 17, 19 dan 21, maka itu akan menyembuhkan
semua penyakit” (HR. Abu Dawud, (3861), hasan). Ibnul Qoyyim berkata: ” Semua hadits ini sesuai
dengan kesepakatan para tabib bahwa berbekam pada paruh kedua suatu bulan hingga pekan ketiga
dari setiap bulan, lebih bermanfaat daripada berbekam pada awal bulan maupun akhir bulan.
Namun, bila karena suatu kebutuhan pengobatan dengan cara ini digunakan, kapan saja itu
dilakukan, maka tetap bermanfaat, meski di awal bulan atau akhir bulan.”

BAGIAN IV

LAMPIRAN

PERSIAPAN PROSES HIJAMAH (BEKAM)

SEBELUM HIJAMAH (BEKAM):

1. KOSONGKAN PERUT SEKITAR 2 -5 JAM.
2. TIDAK BOLEH TERLALU LAPAR/KENYANG.
3. PERBANYAK MINUM, TERUTAMA MANIS DAN HANGAT, MISAL MINUM MADU ATAU SUSU, KECUALI ADA PANTANGAN KARENA ADA PENYAKIT TERTENTU SEPERTI DIABETES.
4. TIDAK BOLEH TERLALU LELAH/CAPAI.
5. SEBAIKNYA DIHINDARI PEMBEKAMAN LANGSUNG SESUDAH
MANDI AIR DINGIN
6. DIANJURKAN SEBELUM BEKAM MANDI AIR HANGAT
7. LEBIH BAIK JIKA SEHARI SEBELUMNYA TIDAK BERHUBUNGAN
SUAMI-ISTRI.
8. MENYAMPAIKAN SEMUA KELUHAN ATAU SAKIT YANG DIRASAKAN AGAR HAJJAM (PENGHIJAMAH) DAPAT MENENTUKAN DENGAN TEPAT JENIS PENYAKITNYA. LEBIH
BAIK LAGI KALAU ADA CATATAN MEDIS DARI DOKTER/  PUSKESMAS/RUMAH SAKIT.
9. BERNIAT MENGAMALKAN SUNNAH NABI.

SELAMA HIJAMAH (BEKAM):

1. DIANJURKAN MEMBACA BACAAN DAN DO’A RUQYAH, JIKA
TIDAK DAPAT MINTA KEPADA HAJJAM UNTUK MENUNTUN
MEMBACA DO’A RUQYAH TERSEBUT.
2. PERBANYAK DZIKIR KEPADA ALLAH SWT DENGAN MEMBACA:
“Allahu Huwasy Syafi”, “Allah Yang Maha Menyembuhkan”, CUKUP
DALAM HATI.
3. MINUM AIR PUTIH.
SETELAH HIJAMAH (BEKAM):

1. MINUM AIR MANIS, KECUALI BAGI YANG TERKENA DIABETES,
LEBIH BAIK LAGI MERUPAKAN CAMPURAN AIR PUTIH, MADU,
SUSU DAN HABBATUS SAUDA’.
2. DIANJURKAN MANDI AIR HANGAT.
3. BOLEH MAKAN KURANG LEBIH 1 JAM SESUDAH BEKAM, DENGAN MENGHINDARI MAKANAN DINGIN, ASIN, PEDAS DAN ASAM, BOLEH MAKAN MAKANAN KECIL/SEDIKIT.
4. JANGAN LANGSUNG BEKERJA KERAS.
5. ISTIRAHAT SECUKUPNYA, LEBIH BAIK LAGI TIDUR.
6. MENGHINDARI BERJIMA’ SEHARI SETELAH DIBEKAM.
7. MENGKONSUMSI HERBAL UNTUK KESEHATAN.

GAMBAR ANATOMI TUBUH
Materi Pelatihan Bekam Singkat oleh Drs. Kasmui, M.Si -27
TITIK-TITIK BEKAM MENURUT USTADZ KATHUR SUHARDI

 

Materi Pelatihan Bekam Singkat oleh Drs. Kasmui, M.Si -28
TITIK-TITIK BEKAM MENURUT USTADZ KATHUR SUHARDI

 

Disadur dari buku:
Uraian Kode Anatomi Hijamah (Titik-Titik Bekam), Kathur Suhardi & Aminah Syafa’at, Cetakan ketiga, Juni
2006, Penerbit As-Sabil, Jakarta

Materi Pelatihan Bekam Singkat oleh Drs. Kasmui, M.Si -29
TITIK-TITIK HIJAMAH BERDASARKAN JENIS PENYAKIT
JENIS PENYAKIT TITIK 1 TITIK 2 TITIK 3 TITIK 4 TITIK 5
AIDS/HIV KHL1 UM UN2 UN3
ZA7 ZA8 ZA9 UN9 ZA16, ZA17
BA5 BA10 BA11 ZA10 ZA11
ALBINO KHL1 BA1 BA2 ZA16, ZA17 AK1, AK2
ALERGI KULIT KHL1 ZA12 ZA13
ALKOHOLIK KHL1 UM UN2 UN3
AMANDEL KHL1 UN7 UN8 UN9
ANGIN, KEPALA PUSING KHL1 RA6, RA7 BA2 Bekam kering di punggung
ANGIN, UMUM KHL1 BA2 Bekam kering di punggung beberapa titik
ANYANG-ANYANGAN KHL1 BA12 RI26 RI27 ZA5, ZA6
ASAM URAT KHL1 ZA16 ZA17
Hijamah di sekitar daerah yang sakit dengan prinsip relaksasi
ASMA PRIA
WANITA
KHL1 SA3 SA4 UN9
KHL1 ZA8 ZA9 UN9
BATU KANDUNG EMPEDU KHL1 BA3
BATU GINJAL KHL1 ZA16 ZA17 ZA26 ZA27
BATU KANDUNG KEMIH KHL1 BA12
BATUK PARU-PARU PRIA
WANITA
KHL1 UN9 SA3 SA4
KHL1 UN9 ZA8 ZA9
BISUL KHL1 ZA12 Sekitar bisul, atas/bawah, kiri/kanan
BRONCHITIS PRIA
WANITA
KHL1 SA3 SA4 UN9
KHL1 ZA8 ZA9 UN9
CACINGAN KHL1 ZA24 ZA25 BA8 BA9
CHOLERA KHL1 BA2 BA8 BA9
DARAH TINGGI, HIPERTENSI KHL1 UM UN2 UN3
DEMAM BERDARAH (DBD) KHL1 UM ZA16 ZA17
DIABETES MELLITUS
PRIA DITAMBAH
KHL1 ZA14 ZA15
ZA26 ZA27 Mengatasi gangguan prostat laki-laki
ENCOK (ARTRITIS) KHL1 ZA18 ZA19
EPILEPSI (AYAN) KHL1 UM ZA10 ZA11
FLU BURUNG, PRIA
WANITA
KHL1 SA3 SA4 UN9
KHL1 ZA8 ZA9 UN9
GIGI – GUSI KHL1 UN1
GONDOK, TEROID KHL1 UN5 UN6
HAPALAN KHL1 UM
HEMIPLEGIA, KANAN
STROKE BADAN KIRI
KHL1 UM RA8 UN2 UN3
KHL1 UM RA9 UN2 UN3
HEPATITIS & RADANG HATI KHL1 BA1 ATAU ZA13 Pasien memiliki alat sendiri
HIPERAKTIF, AUTIS KHL1 UM RA9
HIPERTENSI KHL1 UM UN2 UN3
HIPOPHRENIA (LEMAH PIKIRAN), HIPONOIA (KETERBLK. MENTAL) KHL1 UM
IKTERUS (SAKIT KUNING) KHL1 BA1 ATAU ZA13
IMMUNITY SYSTEM KHL1 ZA10 ZA11
INFARK (SENDI KAKU DI JARI KAKI) KHL1 RI17, RI21, RI23, RI25, RI27
KAKI KIRI KHL1 RI16, RI20, RI22, RI24, RI26
INSOMNIA (SUSAH TIDUR) KHL2 ZA10 ZA11
JANTUNG, RADANG, TUMOR, KANKER, KORONER KHL1 ZA7
JERAWAT, DI MUKA KHL1 RA22 RA23
KAKI GAJAH KHL1 RI3 RI4 Di atas dan bawah bengkak
KAKI, TELAPAK PECAH KHL1 RI30 RI31
KAKI KIRI SAKIT, PAHA BELAKANG KHL1 ZA22 ZA24 RI6
KAKI KANAN SAKIT, PAHA BELAKANG KHL1 ZA23 ZA25 RI5
KAKI SAKIT, PADA TUNGKAI DAN CLAUDICATES
KAKI KIRI
KHL1 RI17, RI21, RI23
KHL1 RI16, RI20, RI22
KANKER DARAH, LEUKIMIA
KHL1
BA1 BA4
KHL1 ZA16 ZA17
KANKER OTAK KHL1 UM
KANKER KULIT (WAJAH) KHL1 RA22 RA23
KANKER KULIT (TUBUH) KHL1 BA2 ZA16 ZA17
KANKER PAYUDARA,
BULAN KE-4
KIRI
BULAN KE-4
KHL1 SA1 SA5 Bulan ke-1 s/d 3
KHL1 SA1 SA5 SA7
KHL1 SA2 SA6 Bulan ke-1 s/d 3
KHL1 SA2 SA6 SA8

Materi Pelatihan Bekam Singkat oleh Drs. Kasmui, M.Si -30
KANKER DAN TUMOR RONGGA HIDUNG KHL1 RA20 RA21
KANKER PARU-PARU PRIA
WANITA
KHL1 SA3 SA4 UN9
KHL1 ZA8 ZA9 UN9
KANKER GINJAL KHL1 ZA16 ZA17
KANKER USUS KHL1 ZA18, ZA19 ATAU BA8, BA9
KANKER KOLON NAIK KHL1 ZA25 ATAU BA7
KANKER KOLON TURUN KHL1 ZA24 ATAU BA6
KANKER USUS HALUS KHL1 ZA1 ZA2 ZA20 ZA21
KANKER KANDUNG EMPEDU KHL1 BA3
KANKER PROSTAT DAN URINARIA KHL1 ZA26 ZA27
KANKER LAMBUNG KHL1 BA2 ATAU ZA12
KANKER KANDUNG KEMIH KHL1 BA12
KANKER LARYNX KHL1 UN5 UN6 UN9
KANKER RAHIM KHL1 BA5 BA6 BA11
KANTUK (HIPERSOMNIA) KHL1 RA1
KERACUNAN KHL1 ZA7 BA2 AK1 AK2
KESUBURAN, PRIA
WANITA
KHL1 BA5, BA10, BA11 RI15 RI18
KHL1 BA5, BA10, BA11
KISTA/KANKER/TUMOR RAHIM KHL1 BA5, BA10, BA11
KOLESTEROL TINGGI KHL1 UN2 UN3 AK1 AK2
LIDAH KAKU (SULIT BICARA) KHL1 RA24 RA25
LUPUS KHL1 ZA12 ZA13
ZA10 ZA11
MAAG (ASAM LAMBUNG) KHL1 BA2 ATAU ZA12
MALARIA KHL1 BA4
MATA, MIN/PLUS, TANPA SILINDER KHL1 RA16, RA17, RA10, RA11
MATA, MIN/PLUS, SILINDER, GLUKOMA KHL1 RA3 ATAU RA12, RA13
MATA KERING, (GANGGUAN AIR MATA) DAKRIOSITIS KHL1 RA18,RA19
MENSTRUASI KHL1 BA5 BA10 BA11
MIGRAINE HEMICRANIA KANAN KHL1 RA6 RA8
MIGRAINE HEMICRANIA KIRI KHL1 RA7 RA9
NARKOBA
KHL1 UM UN2 UN3
ZA7 ZA8 ZA9
BA5 BA10 BA11
NERVOUS, DEMAM PANGGUNG KHL1 RI19
OBESITAS/ADEPOSITY KHL1 BA2 BA3
PARKINSON KHL1 UM UN2 UN3
ZA10 ZA11 UN9
PEMBENGKAKAN KELENJAR TEROID DI LEHER KHL1 UN5, UN6, UN9
PENGAPURAN DI LUTUT
KIRI
KHL1 RI7, RI9, RI11, RI13,
KHL1 RI8, RI10, RI12, RI14
POLIMIELITIS (INFEKSI VIRUS MENYERANG SARAF PUSAT) KHL1 UM
PUSING KEPALA, SEMUA KHL1 UM
PUSING KEPALA, MASUK ANGIN KHL1 RA2 RA6 RA7
SEMBELIT KHL1 BA6 (ZA24/ZA25), BA7 ZI1 AK3, AK4
SENGATAN HEWAN
JIKA ½ JAM BELUM
SEMBUH
KHL1 AK3, AK4 Area yang terkena sengatan
KHL1 ZA7, ZA8, ZA16, ZA17, AK3, AK4
SINUSITIS
SETELAH 3 HARI
KHL1 RA4, RA5, RA20, RA21 UN9
UM
SIPILIS KHL1 BA5 BA10 BA11
STROKE, BADAN KANAN
BADAN KIRI
KHL1 UM RA8 UN2 UN3
ZA3 YA1, YA3, YA5, YA7, YA9, YA11
WA1 RI1, RI7, RI9,RI11, R113, RI21, RI23, RI25, RI27
KHL1 UM RA9 UN2 UN3
ZA4 YA2, YA4, YA6, YA8, YA10, YA12
WA2 RI2, RI8, RI10, RI12, RI14, RI20, RI22, RI24, RI26
TELINGA KHL1 RA14, RA15 Jika bernanah maka olesi Habbah Sauda’
TYPUS
KHL1 UM BA8 BA9
RI16 RI17 Sakit untuk jalan: bekam RI28, RI29
KHL1 UM ZA10 ZA11
TETANUS KHL1 AK1, AK2 ZA7, ZA16, ZA17
VERTIGO KHL1 UM UN2 UN3
VARISES KHL1 RI1 Di sekitar varises
WASIR, HEMORRHOID, AMBEIEN KHL1 ZI2

Materi Pelatihan Bekam Singkat oleh Drs. Kasmui, M.Si -31
URAIAN KODE ANATOMI HIJAMAH
NO KODE
TITIK FUNGSI DAN URAIAN TITIK HIJAMAH
1 UM Alkoholik dan narkoba // DBD // Epilepsi // Hemiplegia // Hipertensi //
Hipophrenia (lemah pikiran) // HIV-AIDS // Hiponoia (Keterbelakangan mental)
// Menguatkan hafalan // Menyegarkan memori // Migraine // Parkinson //
Penyumbatan pembuluh darah di otak dan kepala // Polimielitis (infeksi oleh
virus yang menyerang saraf pusat) // Pusing kepala secara keseluruhan // Segala
jenis penyakit di kepala // Stroke // Tipus // Trauma kepala karena benturan //
Vertigo
2 RA1 Mengurangi kantuk
3 RA2 Masuk angin // Pusing kepala ringan
4 RA3 Alergi dan gatal-gatal // Mata silinder
5 RA4 Sinusitis
6 RA5 Sinusitis
7 RA6 Migraine kepala kanan // Masuk angin // Pusing kepala ringan
8 RA7 Migraine kepala kiri // Masuk angin // Pusing kepala ringan
9 RA8 Migraine kepala kanan // Stroke (yang lemah) kanan // Hemiplegia kanan
10 RA9 Hiperaktif // Migraine kepala kiri // Stroke (yang lemah) kiri // Hemiplegia kiri
11 RA10 Gangguan mata kiri
12 RA11 Gangguan mata kanan
13 RA12 Mata minus dengan silinder // Mata plus tanpa silinder // Mata kurang terang
14 RA13 Mata minus dengan silinder // Mata plus tanpa silinder // Mata kurang terang
15 RA14 Gangguan telinga // Conge’an
16 RA15 Gangguan telinga // Conge’an
17 RA16 Mata minus tanpa silinder // Mata plus tanpa silinder // Mata kurang terang //
Gangguan syaraf mata
18 RA17 Mata minus tanpa silinder // Mata plus tanpa silinder // Mata kurang terang //
Gangguan syaraf mata
19 RA18 Gangguan mata kiri karena kekurangan air mata
20 RA19 Gangguan mata kanan karena kekurangan air mata
21 RA20 Sinusitis // Selesma // Rhinitis (radang lapisan hidung) // Mimisan (Rhinorrhagia)
// Tumor dan kanker rongga hidung
22 RA21 Sinusitis // Selesma // Rhinitis (radang lapisan hidung) // Mimisan (Rhinorrhagia)
// Tumor dan kanker rongga hidung
23 RA22 Jerawat // Menghaluskan kulit wajah
24 RA23 Jerawat // Menghaluskan kulit wajah
25 RA24 Gangguan kelenjar ludah // Sulit bicara // Stroke yang sulit bicara
26 RA25 Gangguan kelenjar ludah // Sulit bicara // Stroke yang sulit bicara
27 UN1 Gigi // Gusi
28 UN2 AIDS & HIV // Stroke // Hipertensi // Kolesterol // Vertigo
29 UN3 AIDS & HIV // Stroke // Hipertensi // Kolesterol // Vertigo
30 UN4 Alergi
31 UN5 Kelenjar teroid // Gondok
32 UN6 Kelenjar teroid // Gondok
33 UN7 Amandel
34 UN8 Amandel
35 UN9 AIDS & HIV // Gangguan tenggorokan // Gangguan pita suara // Radang
tenggorokan // Asma // Bronchitis // Amandel // Laringitis // Selesma // Gondok //
TBC // Polip // Sinusitis // Sesak napas // Napas berbunyi // Sulit bicara // Bicara
gagap // Kelenjar teroid
36 KHL1 Semua penyakit tanpa gangguan kesulitan tidur
37 KHL2 Sulit tidur/insomnia
38 AK1 Pegal-pegal di pundak kanan // Pegal-pegal di otot kerudung (leher belakang)
kanan // Pusing kepala karena pegal-pegal di pundak kanan // Gangguan di
kandung empedu // Penyumbatan pembuluh darah // Keracunan
39 AK2 Pegal-pegal di pundak kiri // Pegal-pegal di otot kerudung (leher belakang) kiri //

Materi Pelatihan Bekam Singkat oleh Drs. Kasmui, M.Si -32
Pusing kepala karena pegal-pegal di pundak kiri // Gangguan di kandung empedu
// Penyumbatan pembuluh darah // Keracunan
40 AK3 Keracunan makanan // Gigitan binatang berbisa // Gangguan di usus besar //
Sembelit
41 AK4 Keracunan makanan // Gigitan binatang berbisa // Gangguan di usus besar //
Sembelit
42 SA1 Kanker payudara kanan
43 SA2 Kanker payudara kiri
44 SA3 Alkoholik (laki-laki) // bronchitis (radang batang tenggorokan & gangguan
jaringan saluran udara dalam paru-paru // HIV & AIDS // Sakit paru-paru kanan //
Paru-paru basah // Batuk // Asma // Flu burung // Flek di paru-paru kanan // TBC
paru-paru // Radang paru-paru // Kanker paru-paru (bronchogenic carsinoma) //
Sesak napas // Nyeri dada kanan // Pneumoconiosis (sakit paru-paru karena
infeksi partikel debu) // Infeksi paru-paru
45 SA4 Alkoholik (laki-laki) // bronchitis (radang batang tenggorokan & gangguan
jaringan saluran udara dalam paru-paru // HIV & AIDS // Sakit paru-paru kiri //
Paru-paru basah // Batuk // Asma // Flu burung // Flek di paru-paru kiri // TBC
paru-paru // Radang paru-paru // Kanker paru-paru (bronchogenic carsinoma) //
Sesak napas // Nyeri dada kiri // Pneumoconiosis (sakit paru-paru karena infeksi
partikel debu) // Infeksi paru-paru
46 SA5 Kanker payudara kanan
47 SA6 Kanker payudara kiri
48 SA7 Kanker payudara kanan
49 SA8 Kanker payudara kiri
50 ZA1 Gangguan di usus kecil // Kanker usus halus
51 ZA2 Gangguan di usus kecil // Kanker usus halus
52 ZA3 Stroke (yang lemah) kanan // Kesemutan tangan kanan // Lemas tangan kanan //
Gangguan persendian pangkal tangan kanan
53 ZA4 Stroke (yang lemah) kiri // Kesemutan tangan kiri // Lemas tangan kiri //
Gangguan persendian pangkal tangan kiri
54 ZA5 Anyang-anyangan // Gangguan buang air kecil // Gangguan di kandung kemih
55 ZA6 Anyang-anyangan // Gangguan buang air kecil // Gangguan di kandung kemih
56 ZA7 Alkoholik // Gangguan umum yang berpengaruh ke jantung (cardiovascular
disease) // HIV & AIDS // Kanker jantung // Jantung koroner // Jantung berdebar
// Mudah kaget // Nyeri di dada kiri (karena sakit jantung) // Penggumpalan darah
pada nadi di jantung (trombus) // Lemah jantung karena endapan di saluran darah
(arteriosklerosis) // Lemah jantung karena fungsi pemompaan yang menurun
(fibrilasi) // Keracunan darah (septikemia) // Radang selaput & dalam jantung
(perikarditis & endokarditis) // Keracunan
57 ZA8 Alkoholik // Bronchitis (radang batang tenggorokan & Gangguan jaringan saluran
udara dalam paru-paru // HIV & AIDS // Sakit paru-paru kiri // Paru-paru basah
// Batuk // Asma // Flu burung // Flek di paru-paru kiri // TBC paru-paru //
Kanker paru-paru (bronchogenic carsinoma) // Sesak napas // Nyeri dada kiri //
Pneumoconiosis (sakit paru-paru karena infeksi partikel debu) // Infeksi paru-paru
// Alergi cuaca dingin atau panas
58 ZA9 Alkoholik // Bronchitis (radang batang tenggorokan & Gangguan jaringan saluran
udara dalam paru-paru // HIV & AIDS // Sakit paru-paru kanan // Paru-paru
basah // Batuk // Asma // Flu burung // Flek di paru-paru kanan // TBC paru-paru
// Kanker paru-paru (bronchogenic carsinoma) // Sesak napas // Nyeri dada kanan
// Pneumoconiosis (sakit paru-paru karena infeksi partikel debu) // Infeksi paruparu
// Alergi cuaca dingin atau panas
59 ZA10 HIV & AIDS // Epilepsi // Menjaga stamina // Meningkatkan kesehatan //
Menguatkan immunity system // Menyegarkan tubuh // Parkinson
60 ZA11 HIV & AIDS // Epilepsi // Menjaga stamina // Meningkatkan kesehatan //
Menguatkan immunity system // Menyegarkan tubuh // Parkinson
61 ZA12 Alergi makanan dan kulit // Perut kembung // Masuk angin // Maag
62 ZA13 Alergi makanan dan kulit // Gangguan dan penyakit hati (hepatopathy) // Tumor
dan kanker hati // Radang hati // Hepatitis // Bisul // HIV & AIDS // Ikterus (sakit

Materi Pelatihan Bekam Singkat oleh Drs. Kasmui, M.Si -33
kuning) // Kerusakan sel darah merah (eritrosit) // Kerusakan pigmentasi //
Gangguan sistem metabolisme karena over dosis obat-obatan // Infeksi hati
63 ZA14 Diabetes mellitus (gula darah / kencing manis)
64 ZA15 Diabetes mellitus (gula darah / kencing manis)
65 ZA16 Gagal ginjal // Asam urat tahap I // Albino // DBD // HIV & AIDS // Gangguan
kardiovaskuler // Septikemia (keracunan darah) // Uremia (keracunan zat urine
dalam darah) // Batu ginjal // Infeksi ginjal kiri // Kanker ginjal
66 ZA17 Gagal ginjal // Asam urat tahap I // Albino // DBD // HIV & AIDS // Gangguan
kardiovaskuler // Septikemia (keracunan darah) // Uremia (keracunan zat urine
dalam darah) // Batu ginjal // Infeksi ginjal kiri // Kanker ginjal
67 ZA18 Gangguan pada tulang (punggung) lumbar // Encok yang mempengaruhi fungsi
kaki (podagra)
68 ZA19 Gangguan pada tulang (punggung) lumbar // Encok yang mempengaruhi fungsi
kaki (podagra)
69 ZA20 Gangguan usus halus (usus 12 jari) dari arah belakang // Tumor dan kanker usus
halus // Volvulus (usus melitit, meliuk, melipat) // Radang usus // Tumor dan
kanker usus // Disentri (radang yang disertai buang air besar cair, berlendir dan
berdarah) // Cholera // Tuberculosis usus // Tipus
70 ZA21 Gangguan usus halus (usus 12 jari) dari arah belakang // Tumor dan kanker usus
halus // Volvulus (usus melitit, meliuk, melipat) // Radang usus // Tumor dan
kanker usus // Disentri (radang yang disertai buang air besar cair, berlendir dan
berdarah) // Cholera // Tuberculosis usus // Tipus
71 ZA22 Gangguan pada tulang (punggung) lumbar // Nyeri di kaki kanan kiri karena
kelainan pada tulang lumbar // Encok yang mempengaruhi fungsi kaki (podagra)
72 ZA23 Gangguan pada tulang (punggung) lumbar // Nyeri di kaki kanan kiri karena
kelainan pada tulang lumbar // Encok yang mempengaruhi fungsi kaki (podagra)
73 ZA24 Kanker usus besar turun // Gangguan di usus besar kiri // Obstruksi
(penyumbatan) di usus besar // Volvulus (usus melilit, meliuk, melipat) // Radang
usus // Tumor dan kanker usus // Disentri (radang yang disertai buang air besar
cair, berlendir dan berdarah) // Cholera // Tuberculosis usus // Sembelit
74 ZA25 Kanker usus besar naik // Gangguan di usus besar kanan // Obstruksi
(penyumbatan) di usus besar // Volvulus (usus melilit, meliuk, melipat) // Radang
usus // Tumor dan kanker usus // Disentri (radang yang disertai buang air besar
cair, berlendir dan berdarah) // Cholera // Tuberculosis usus // Sembelit
75 ZA26 Kanker prostat // Infeksi dan radang prostat // Menambah seksualitas laki-laki //
Ejakulasi dini // Impotensi // Hormon tidak balance // Laki-laki tidak/kurang
subur // Diabetes mellitus (laki-laki)
76 ZA27 Kanker prostat // Infeksi dan radang prostat // Menambah seksualitas laki-laki //
Ejakulasi dini // Impotensi // Hormon tidak balance // Laki-laki tidak/kurang
subur // Diabetes mellitus (laki-laki)
77 BA1 Gangguan dan penyakit hati (hepatopathy) // Tumor dan kanker hati // Radang
hati // Hepatitis // Ikterus (sakit kuning) // Kerusakan sel darah merah //
Kerusakan pigmentasi // Leukemia (kanker darah) // Gangguan sistem
metabolisme karena over dosis obat-obatan // Infeksi hati
78 BA2 Gangguan lambung // Gastritis (radang lambung) // Tumor dan kanker lambung //
Maag // Obesitas // Masuk angin // Perut kembung // Tumor di lambung //
Keracunan
79 BA3 Gangguan kandung empedu // Batu kandung empedu // Obesitas // Radang
kandung empedu // Tumor dan kanker kandung empedu
80 BA4 Gangguan dan penyakit limpa // Memperbaharui sel-sel darah yang sudah usang //
Malaria
81 BA5 HIV & AIDS // Membantu kesuburan // Gangguan organ reproduksi // Alkoholik
yang sudah mengeluarkan nanah
82 BA6 Kanker usus besar turun // Gangguan di usus besar kiri // Obstruksi
(penyumbatan) di usus besar // Volvulus (usus melilit, meliuk, melipat) // Radang
usus // Tumor dan kanker usus // Disentri (radang yang disertai buang air besar
cair, berlendir dan berdarah) // Cholera // Tuberculosis usus // Sembelit

Materi Pelatihan Bekam Singkat oleh Drs. Kasmui, M.Si -34
83 BA7 Kanker usus besar naik // Gangguan di usus besar kanan // Obstruksi
(penyumbatan) di usus besar // Volvulus (usus melilit, meliuk, melipat) // Radang
usus // Tumor dan kanker usus // Disentri (radang yang disertai buang air besar
cair, berlendir dan berdarah) // Cholera // Tuberculosis usus // Sembelit
84 BA8 Gangguan usus halus (usus 12 jari) // Tumor dan kanker usus halus // Volvulus
(usus melitit, meliuk, melipat) // Radang usus // Tumor dan kanker usus //
Disentri (radang yang disertai buang air besar cair, berlendir dan berdarah) //
Cholera // Tuberculosis usus // Tipus
85 BA9 Gangguan usus halus (usus 12 jari) // Tumor dan kanker usus halus // Volvulus
(usus melitit, meliuk, melipat) // Radang usus // Tumor dan kanker usus //
Disentri (radang yang disertai buang air besar cair, berlendir dan berdarah) //
Cholera // Tuberculosis usus // Tipus
86 BA10 HIV & AIDS // Membantu kesuburan // Gangguan organ reproduksi // Alkoholik
yang sudah mengeluarkan nanah
87 BA11 HIV & AIDS // Membantu kesuburan // Gangguan organ reproduksi // Alkoholik
yang sudah mengeluarkan nanah
88 BA12 Anyang-anyangan // Gangguan di kandung kemih // Radang kandung kemih //
Tumor dan kanker kandung kemih // Penyumbatan leher kandung kemih // Batu
kandung kemih // Keluar urine tidak terkontrol/keluar sendiri // Tidak mampu
menahan keluarnya urin // Sipilis
89 ZI1 Gangguan di rektum // Radang rektum // Tumor dan kanker rektum
90 ZI2 Hemorrhoid // Wasir // Ambeien // Sembelit // Tidak dapat mengeluarkan angin
91 WA1 Stroke untuk kaki kanan yang lemah // Kesemutan di kaki kanan // Nyeri di kaki
kanan // Lemah di kaki kanan
92 WA2 Stroke untuk kaki kiri yang lemah // Kesemutan di kaki kiri // Nyeri di kaki kiri //
Lemah di kaki kiri
93 YA1 Stroke untuk tangan kanan yang lemah // Kesemutan di tangan kanan // Nyeri di
tangan kanan // Lemah di tangan kanan
94 YA2 Stroke untuk tangan kiri yang lemah // Kesemutan di tangan kiri // Nyeri di
tangan kiri // Lemah di tangan kiri
95 YA3 Stroke untuk tangan kanan yang lemah // Kesemutan di tangan kanan // Nyeri di
tangan kanan // Lemah di tangan kanan
96 YA4 Stroke untuk tangan kiri yang lemah // Kesemutan di tangan kiri // Nyeri di
tangan kiri // Lemah di tangan kiri
97 YA5 Stroke untuk tangan kanan yang lemah // Kesemutan di tangan kanan // Nyeri di
tangan kanan // Lemah di tangan kanan
98 YA6 Stroke untuk tangan kiri yang lemah // Kesemutan di tangan kiri // Nyeri di
tangan kiri // Lemah di tangan kiri
99 YA7 Stroke untuk tangan kanan yang lemah // Kesemutan di tangan kanan // Nyeri di
tangan kanan // Lemah di tangan kanan
100 YA8 Stroke untuk tangan kiri yang lemah // Kesemutan di tangan kiri // Nyeri di
tangan kiri // Lemah di tangan kiri
101 YA9 Stroke untuk tangan kanan yang lemah // Kesemutan di tangan kanan // Nyeri di
tangan kanan // Lemah di tangan kanan
102 YA10 Stroke untuk tangan kiri yang lemah // Kesemutan di tangan kiri // Nyeri di
tangan kiri // Lemah di tangan kiri
103 YA11 Stroke untuk tangan kanan yang lemah // Kesemutan di tangan kanan // Nyeri di
tangan kanan // Lemah di tangan kanan
104 YA12 Stroke untuk tangan kiri yang lemah // Kesemutan di tangan kiri // Nyeri di
tangan kiri // Lemah di tangan kiri
105 RI1 Varises di kaki kanan // Stroke untuk kaki kanan yang lemah // Kesemutan di kaki
kanan // Nyeri di kaki kanan // Lemah di kaki kanan
106 RI2 Varises di kaki kiri // Stroke untuk kaki kiri yang lemah // Kesemutan di kaki kiri
// Nyeri di kaki kiri // Lemah di kaki kiri
107 RI3 Elephantiasis (kaki gajah)
108 RI4 Elephantiasis (kaki gajah)
109 RI5 Nyeri dan sakit di paha belakang kanan
110 RI6 Nyeri dan sakit di paha belakang kiri

Materi Pelatihan Bekam Singkat oleh Drs. Kasmui, M.Si -35
111 RI7 Stroke untuk kaki kanan yang lemah (sekitar lutut) // Kesemutan di kaki kanan
(sekitar lutut) // Nyeri di kaki kanan (sekitar lutut) // Lemah di kaki kanan (sekitar
lutut)
112 RI8 Stroke untuk kaki kiri yang lemah (sekitar lutut) // Kesemutan di kaki kiri (sekitar
lutut) // Nyeri di kaki kiri (sekitar lutut) // Lemah di kaki kiri (sekitar lutut)
113 RI9 Stroke untuk kaki kanan yang lemah (sekitar lutut) // Kesemutan di kaki kanan
(sekitar lutut) // Nyeri di kaki kanan (sekitar lutut) // Lemah di kaki kanan (sekitar
lutut)
114 RI10 Stroke untuk kaki kiri yang lemah (sekitar lutut) // Kesemutan di kaki kiri (sekitar
lutut) // Nyeri di kaki kiri (sekitar lutut) // Lemah di kaki kiri (sekitar lutut)
115 RI11 Stroke untuk kaki kanan yang lemah (sekitar lutut) // Kesemutan di kaki kanan
(sekitar lutut) // Nyeri di kaki kanan (sekitar lutut) // Lemah di kaki kanan (sekitar
lutut)
116 RI12 Stroke untuk kaki kiri yang lemah (sekitar lutut) // Kesemutan di kaki kiri (sekitar
lutut) // Nyeri di kaki kiri (sekitar lutut) // Lemah di kaki kiri (sekitar lutut)
117 RI13 Stroke untuk kaki kanan yang lemah (sekitar lutut) // Kesemutan di kaki kanan
(sekitar lutut) // Nyeri di kaki kanan (sekitar lutut) // Lemah di kaki kanan (sekitar
lutut)
118 RI14 Stroke untuk kaki kiri yang lemah (sekitar lutut) // Kesemutan di kaki kiri (sekitar
lutut) // Nyeri di kaki kiri (sekitar lutut) // Lemah di kaki kiri (sekitar lutut)
119 RI15 Kesuburan untuk laki-laki
120 RI16 Kesemutan di kaki kiri // Nyeri di kaki kiri // Lemah di kaki kiri
121 RI17 Kesemutan di kaki kanan // Nyeri di kaki kanan // Lemah di kaki kanan
122 RI18 Tipus
123 RI19 Menghilangkan nervous // Mengurangi rasa takut dan demam panggung //
Melancarkan persalinan
124 RI20 Stroke untuk kaki kiri yang lemah // Kesemutan di kaki kiri // Nyeri di kaki kiri //
Lemah di kaki kiri
125 RI21 Stroke untuk kaki kanan yang lemah // Kesemutan di kaki kanan // Nyeri di kaki
kanan // Lemah di kaki kanan
126 RI22 Stroke untuk kaki kiri yang lemah // Kesemutan di kaki kiri // Nyeri di kaki kiri //
Lemah di kaki kiri
127 RI23 Stroke untuk kaki kanan yang lemah // Kesemutan di kaki kanan // Nyeri di kaki
kanan // Lemah di kaki kanan
128 RI24 Stroke untuk kaki kiri yang lemah // Kesemutan di kaki kiri // Nyeri di kaki kiri //
Lemah di kaki kiri
129 RI25 Stroke untuk kaki kanan yang lemah // Kesemutan di kaki kanan // Nyeri di kaki
kanan // Lemah di kaki kanan
130 RI26 Anyang-anyangan // Stroke untuk kaki kiri yang lemah // Kesemutan di kaki kiri
// Nyeri di kaki kiri // Lemah di kaki kiri
131 RI27 Anyang-anyangan // Stroke untuk kaki kanan yang lemah // Kesemutan di kaki
kanan // Nyeri di kaki kanan // Lemah di kaki kanan
132 RI28 Kesemutan di telapak kaki kiri // Nyeri di telapak kaki kiri // Tipus
133 RI29 Kesemutan di telapak kaki kanan // Nyeri di telapak kaki kanan // Tipus
134 RI30 Pecah-pecah di kulit tungkai
135 RI31 Pecah-pecah di kulit tungkai

Materi Pelatihan Bekam Singkat oleh Drs. Kasmui, M.Si -36
TITIK-TITIK BEKAM MENURUT HPA

NOMOR TITIK BEKAM BERDASARKAN JENIS KELUHAN / SAKIT
No. JENIS KELUHAN NOMOR TITIK BEKAM
Migrain 1, 3
Sakit pada kepala 2
Sinusitis/alergi 19, 43
Gangguan pada mata 5, 19
Kolesterol tinggi 7, 8, 14
Flu (masalah angin) 5, 7, 9, 10, 15, 18
Sakit gigi 53
Asma dan gangguan paru-paru 11, 12, 26, 28, 44, 45
Batuk 42, 44, 45
Gangguan Hati/Liver/Hepatitis 13, 14, 15
Gangguan empedu 15
Diabetes melitus 16
Nyeri pinggang 17, 18
Nyeri paha 22, 23, 34, 35
Nyeri betis 24, 25, 36, 37
Wasir 19, 21, 51
Keluhan di telapak kaki 38, 39, 40, 41
Sakit tumit 37, 39, 51
Gangguan jantung 27, 44
Nyeri haid 32
Nyeri pada bahu 7, 9, 29
Rematik 17, 18
Batu ginjal 18, 18, 48
Sembelit 18, 36
Sakit lutut 36, 46, 47
Sakit kepala, jerawat, awet muda 49
Ejakulasi dini 32, 51
Ereksi kurang bagus 32, 51, 52
Stroke tangan 5, 9, 30, 49
Stroke kaki 20, 36, 39, 51
Kegemukan/obesitas 5, 11, 18, 44
Sakit perut 32, 45, 47, 48
Memperbaiki sirkuasi darah 2B, 5, 20
Sakit punggung 5, 8, 14, 18, 19
Alergi makanan 51
Gangguan asam urat 38A, 39
Gangguan sihir 1
Tekanan darah tinggi 2A, 2B, 5, 32, 48, 51
Tekanan darah rendah 5, 11, 14, 20, 28
Insomnia (sulit tidur) 5, 17, 18, 19, 31, 51
Mencret 32, 51
Kram otot 19, 20, 23, 24, 25
Kencing manis 5, 14, 16, 17, 18, 39, 52
Gangguan kandung empedu dan hati 3, 5, 14, 15, 48, 51
Menggigil tanpa demam 2A, 5, 6A, 8
Masalah kemandulan 3, 5, 10, 18, 27, 32, 51
Memperbaiki kerja ginjal 3, 8, 14, 18, 32, 39
Gatal-gatal 5, 8, 13, 15, 24
Badan kurus 5, 36, 39
Tekanan jiwa / stress 1, 19, 32, 51
JENIS KELUHAN/PENYAKIT BERDASARKAN TITIK BEKAM
TITIK BEKAM KELUHAN-KELUHAN SAKIT PASIEN
BAGIAN BELAKANG BADAN
1 Semua penyakit kepala; Migrain; Vertigo; Parkinson; Gangguan Sihir; Tekanan Jiwa
/ Stress
2A Sakit pada kepala, Migrain
2B Memperbaiki sirkulasi darah; Tekanan darah tinggi
3 Migrain; Masalah kemandulan; Gangguan kandung empedu dan hati; Memperbaiki
kinerja ginjal
4 Sinusitis/Alergic, Sakit kepala, Sakit wajah, Sakit gigi, Sakit telinga, Hidung, Sakit
tenggorokan
5 Gangguan pada mata; Flu (masalah angin); Stroke tangan; Kegemukan; Memperbaiki
sirkulasi darah; Sakit punggung; Tekanan darah tinggi; Tekanan darah rendah; Badan
kurus; Gatal-gatal; Masalah kemandulan; Menggigil tanpa demam; Gangguan
kandung empedu dan hati; Kencing manis; Insomnia (sulit tidur)
6A Menggigil tanpa demam
6B = 6A (pilih salah satu yang banyak mengeluarkan darah), Sakit tenggorokan
7 Kolesterol tinggi; Flu (masalah angin); Nyeri pada bahu
8 Kolesterol tinggi; Sakit punggung; Menggigil tanpa demam; Memperbaiki kinerja
ginjal; Gatal-gatal
9 Flu (masalah angin); Nyeri pada bahu; Stroke tangan
10 Flu (masalah angin); Masalah kemandulan
11 Asma dan gangguan paru-paru; Kegemukan; Tekanan darah rendah
12 Asma dan gangguan paru-paru
13 Gangguan hati / liver / hepatitis; Gatal-gatal
14 .Kolesterol tinggi; Gangguan hati / liver / hepatitis; Sakit punggung; Tekanan darah
rendah; Memperbaiki kinerja ginjal; Gangguan kandung empedu dan hati; Kencing
manis
15 Flu (masalah angin); Gangguan hati / liver / hepatitis; Gangguan empedu; Gangguan
kandung empedu dan hati; Gatal-gatal
16 Diabetes melitus; Kencing manis
17 Nyeri pinggang; Rematik; Batu ginjal; Insomnia (sulit tidur); Kencing manis
18 Flu (masalah angin); Nyeri pinggang; Rematik; Batu ginjal; Sembelit; Kegemukan;
Sakit punggung; Insomnia; Kencing manis; Masalah kemandulan; Memperbaiki
kinerja ginjal
19 Sinusitis/Alergi; Gangguan pada mata; Wasir; Sakit punggung; Insomnia; Kram otot;
Tekanan jiwa/Stress
20 Stroke kaki; Memperbaiki sirkulasi darah; Tekanan darah rendah; Kram otot
21 Wasir
22 Nyeri paha
23 Nyeri paha; Kram otot
24 Nyeri betis; Kram otot; Gatal-gatal
25 Nyeri betis; Kram otot
BAGIAN DEPAN BADAN
2A Tekanan darah tinggi; Menggigil tanpa demam
26 Asma dan gangguan paru-paru
27 Gangguan jantung; Masalah kemandulan
28 Asma dan gangguan paru-paru; Tekanan darah rendah
29 Nyeri pada bahu
30 Stroke tangan
31 Insomnia
32 Ejakulasi dini; Ereksi kurang bagus; Sakit perut; Tekanan darah tinggi; Mencret;
Masalah kemandulan; Memperbaiki kinerja ginjal; Tekanan jiwa/Stress
33 Sinusitis/Alergic, Sakit kepala, jerawat, Awet muda
34 Nyeri paha
35 Nyeri paha

36 Nyeri betis; Sembelit; Sakit lutut; Stroke kaki; Badan kurus

37 Nyeri betis; Sakit tumit

38 Keluhan di telapak kaki
38A Gangguan asam urat
39 Keluhan di telapak kaki; Sakit tumit; Stroke kaki; Gangguan asam urat; Kencing
manis; Memperbaiki kinerja ginjal; Badan kurus
40 Keluhan di telapak kaki
41 Keluhan di telapak kaki
42 Batuk, Masalah angin
43 Sinusitis/Alergi
44 Asma dan gangguan paru-paru; Batuk; Gangguan jantung; Kegemukan
45 Asma dan gangguan paru-paru; Batuk; Sakit perut
46 Sakit lutut; Stroke kaki
47 Sakit lutut; Sakit perut
48 Batu ginjal; Sakit perut; Tekanan darah tinggi; Gangguan kandung empedu dan hati
49 Sakit kepala, jerawat, awet muda; Stroke tangan
50 Asma dan gangguan paru-paru
51 Wasir; Sakit tumit; Ejakulasi dini; Ereksi kurang bagus; Stroke kaki; Alergi makanan
52 Buasir/Wasir/Hemorhhoid
53 Sakit gigi, Sakit tenggorokan

 

NB: Diambil dari berbagai sumber

Materi Pelatihan Bekam Singkat oleh Drs. Kasmui, M.Si -45

Leave a Reply

Connect with:

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Post comment

What is Persona?