Saatnya Muslimah Bicara Kesehatan

 

Oleh : dr. Avie Andriyani

Hakikat Kecantikan Wanita Muslimah dilihat dari sisi syari’at

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya dunia itu  adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim)

Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Perempuan itu dinikahi karena empat hal yaitu agama, martabat, harta dan kecantikannya. Pilihlah perempuan yang baik agamanya. Jika tidak, niscaya engkau akan menjadi orang yang merugi” (HR Bukhari dan Muslim).

Dari dua hadits di atas, nampak jelas bahwa kecantikan seorang wanita yang sebenarnya tidak semata terletak pada paras atau kecantikannya. Pada hadits yang pertama, tidaklah dikatakan bahwa sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita cantik lagi mempesona, namun justru disebutkan bahwa yang menjadi sebaik-baik perhiasan dunia adalah wanita shalihah. Bahkan, pada hadits yang kedua, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menganjurkan untuk memilih wanita shalihah sebagai istri karena mereka memiliki begitu banyak keutamaan. Untuk itu, hendaknya kita lebih mengutamakan kecantikan hati daripada kecantikan fisik.

Kewajiban Menutup Aurat

 

Ketahuilah bahwa Alloh subhanahu wa ta’ala telah mewajibkan kepada segenap wanita muslimah yang telah mencapai usia baligh untuk memakai jilbab. Hal ini termaktub dalam Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 59

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Alloh adalah Maha pengampun lagi maha penyayang.”

Ayat yang mulia ini secara tegas dan jelas menunjukkan bahwa jilbab merupakan perintah dan syariat Alloh subhanahu wa ta’ala kepada segenap wanita muslimah, bukan seperti yang didengungkan sebagian kalangan, bahwa jilbab muslimah hanyalah tradisi wanita arab, karena mereka tinggal di daerah panas. Sungguh amat besar kedustaan yang keluar dari mulut mereka.

Apabila setiap wanita menyadari bahwa jilbab merupakan perintah agama, bukan hanya sekedar mode semata, Insya Alloh dia akan tegar menjalankan kewajiban ini, apapun resikonya.

Berikut akan disampaikan mengenai jilbab yang sesuai syar’i :

1. Menutupi seluruh tubuh selain yang dikecualikan.

Alloh subhanahu wa ta’ala berfirman :

وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ

“Katakanlah kepada wanita yang beriman : “Hendaklah mereka menahan pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang biasa nampak dari mereka. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dada mereka… (QS. An Nur : 31)

2. Tidak ketat sehingga menggambarkan bentuk tubuh

Dari Usamah bin Zaid rodhiyallohu anhu, beliau berkata : Rosululloh shollallohu alaihi wa sallammemberiku baju Qubthiyyah yang tebal yang merupakan hadiah dari Dihyah Al-Kalbi rodhiyallohu anhu kepada beliau shollallohu alaihi wa sallam. Baju itupun aku pakaikan pada istriku. Nabi shollallohu alaihi wa salllam bertanya kepadaku : “Mengapa kamu tidak mengenakan baju Qubthiyyah ?” Aku menjawab : “”Aku pakaikan baju itu pada istriku.” Lalu beliau bersabda : “Perintahkanlah ia agar mengenakan baju dalam di balik Qubthiyyah itu, karena saya khawatir baju itu masih bisa menggambarkan bentuk tulangnya. “ (HR.Ahmad dan Baihaqi dengan sanad hasan)

Dalam kitabnya Nailul Author 2/97, Al- Imam Asy-Syaukani mengatakan : “Hadits ini menunjukkan bahwa wanita itu wajib menutupi badannya dengan pakaian yang tidak menggambarkan badannya. Ini merupakan syarat bagi penutup aurot…”

3. Kainnya harus tebal, dan tidak tembus pandang sehingga tidak nampak kulit tubuh.

Dalam sebuah hadits shohih, Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda  :

صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلَاتٌ مَائِلَاتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا

“ Dua golongan dari penduduk neraka yang belum pernah aku lihat, yaitu : Suatu kaum yang memiliki cambuk, seperti ekor sapi untuk memukul manusia dan para wanita yang berpakaian tetapi telanjang, berlenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk onta yang miring, wanita seperti itu tidak akan masuk surga dan tidak akan mencium baunya, walaupun baunya tercium selama perjalanan ini dan ini (jauhnya).” (HR. Muslim)

Ibnu Abdil Barr berkata : “Maksud sabda Nabi shollallohu alaihi wa sallam adalah kaum wanita yang mengenakan pakaian tipis, yang dapat mensifati (menggambarkan) bentuk tubuhnya dan tidak dapat menutup atau menyembunyikannya. Mereka itu tetap berpakaian namanya, tapi pada hakekatnya mereka telanjang.” (Lihat Tanwir Hawalik 3/103 karya Imam Shuyuti).

4. Tidak menyerupai pakaian laki-laki

Dari Ibnu Abbas rodhiyallohu anhu berkata :

لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الرَّجُلَ يَلْبَسُ لِبْسَةَ الْمَرْأَةِ وَالْمَرْأَةَ تَلْبَسُ لِبْسَةَ الرَّجُلِ

“Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam melaknat pria yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian pria” (HR. Abu Daud, Ibnu Majah, Hakim dan Ahmad dengan sanad shohih).

5. Tidak mencolok dan berwarna yang dapat menarik perhatian

Alloh subhanahu wa ta’ala berfirman :

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى

“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah pertama.” (QS. Al-Ahzab : 33)

Tabarruj adalah perilaku wanita yang menampakkan perhiasan dan kecantikannya serta segala sesuatu yang mestinya ditutup karena hal itu dapat membangkitkan syahwat kaum lelaki.

6. Tidak menyerupai pakaian wanita kafir

Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam pernah bersabda :

من تشبه بقوم فهو منهم

“Siapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk dari kaum tersebut.” (HR. Abu Daud dan Ahmad dengan sanad shohih)

7. Bukan pakaian untuk mencari popularitas

Hal ini berdasarkan hadits Ibnu Umar  rodhiyallohu anhu yang berkata : Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ لَبِسَ ثَوْبَ شُهْرَةٍ فِي الدُّنْيَا أَلْبَسَهُ اللَّهُ ثَوْبَ مَذَلَّةٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ثُمَّ أَلْهَبَ فِيهِ نَارًا

Barang siapa mengenakan pakaian syuhroh (untuk mencari popularitas) di dunia, niscaya Alloh mengenakan pakaian kehinaan kepadanya pada hari kiamat, kemudian membakarnya dengan api neraka. (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah dengan sanad hasan)

Maksud pakaian syuhroh adalah setiap pakaian dengan tujuan meraih popularitas di tengah-tengah orang banyak, baik pakaian tersebut mahal, yang dipakai dengan tujuan berbangga-bangga dengan dunia, maupun pakaian yang bernilai rendah yang dipakai seorang dengan tujuan menunjukkan kezuhudannya dan riya’.

8. Tidak diberi parfum atau wangi-wangian

Dari Abu musa Al-Asy’ari rodhiyallohu anhu bahwasanya ia berkata : Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda :

أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا مِنْ رِيحِهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ

“Siapapun perempuan yang memakai wewangian, lalu ia melewati kaum laki-laki agar mereka mendapatkan baunya, maka ia adalah pezina.” (HR.Tirmidzi, Abu Daud, Ahmad,dll dengan sanad shohih)

Dari Abu Huroiroh rodhiyallohu anhu ia berkata : Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam bersabda :

أَيُّمَا امْرَأَةٍ أَصَابَتْ بَخُورًا فَلَا تَشْهَدْ مَعَنَا الْعِشَاءَ الْآخِرَةَ

“Siapapun perempuan yang memakai bakhur (wewangian sejenis kemenyan-pent), maka janganlah ia menyertai kita dalam menunaikan sholat isya’ yang akhir. (HR.Muslim, Abu Awanah,dll)

Ibnu daqiq Al-“Ied mengatakan : “Hadits tersebut menunjukkan haramnya wewangian bagi wanita yang hendak keluar menuju masjid, karena hal itu akan dapat membangkitkan nafsu birahi kaum laki-laki.”

BERHIAS, ANTARA YANG HALAL DAN YANG HARAM

Berhias tidaklah dilarang secara mutlak, bahkan hal tersebut dianjurkan dengan tujuan menyenangkan suami, namun tentu saja ada batasan-batasan syar’i yang tidak boleh dilanggar. Berikut ini akan dijelaskan mengenai berhias yang halal dan haram.

Diantara berhias yang halal dan diperbolehkan, antara lain :

  1. 1.        Khitan, memotong kuku, mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak dan memotong kumis

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullahu Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

“Fitroh itu ada lima: khitan, mencukur bulu kemaluan, mencabut bulu ketiak, memotong kumis dan memotong kuku.” (HR. Bukhari)

  1. 2.        Mengenakan kacamata, cincin, arloji

Pria dan wanita dibolehkan memakai kacamata, cincin dan arloji, hanya saja untuk kaum pria dilarang memakainya bila terbuat dari emas. (Al Fatawal Jamiah Lil Mar’atil Islamiyah 3/901)

Berikut ini cara berhias diri yang diharamkan karena ada larangan dari al-Qur’an atau hadits yang shahih, hal ini berlaku bagi pria dan wanita. Dan ini wajib ditaati walaupun hati (baca : hawa nafsu) kurang berkenan dan tidak diterima oleh masyarakat secara umum. Karena apabila kita melanggar hal ini, maka patut dipertanyakan dimana letak kebenaran iman kita kepada Alloh dan ketaatan kita kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.

  1. 1.          Menyerupai orang kafir

Dari Abu Syuaib radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

“Tidak termasuk golongan kami orang yang meniru selain kami, janganlah kamu meniru orang Yahudi dan orang Nashara.” (HR. Tirmidzi, dihasankan oleh al-Albani)

  1. 2.          Bergaya untuk mencari keanehan

Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

“Barangsiapa berpakaian popularitas di dunia, maka Alloh akan mengenakan baginya pakaian yang hina pada hari kiamat lalu dinyalakan api di dalamnya.” (HR. Abu Dawud, dihasankan oleh al Albani)

Imam Syaukani rahimahullah berkata:”Hadits ini bukan hanya pakaian mewah yang dipakai untuk menunjukkan kesombongan saja, akan tetapi juga orang yang menyelisihi pakaian secara umum dengan mengenakan baju yang rusak agar manusia heran kepadanya.” (Zinatul Mar’ah, Abdulloh Fauzan:46)

  1. 3.          Meratakan gigi dan mencukur bulu alis mata

Ibnu Mas’ud radhyiallahu’anhu berkata: “Saya pernah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassalam melaknat orang yang menghilangkan bulu alis mata dan yang meratakan gigi untuk keindahan.” (HR. an Nasa’i, dishahihkan oleh al-Albani)

Ibnu Abbas radhiyallahu’anhu berkata: “Dilaknatlah wanita yang menghilangkan bulu alisnya dan yang mau dihilangkan bulu alisnya.” (HR. Abu Dawud)

  1. 4.          Menato badan

Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam melaknat orang yang minta ditato yang merubah ciptaan Allah. (HR. an-Nasa’i, dishahihkan oleh al-Albani)

Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma berkata: “Dilaknat yang orang menato tanpa ada keperluan untuk menghilangkan penyakit.” (HR. Abu Dawud).

  1. 5.          Mewarnai rambut (beruban) dengan warna hitam

Dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu’anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

“Rubahlah (rambut dan jenggot) yang putih dengan pewarna, dan hindarilah warna hitam.” (HR. Muslim)

  1. 6.          Menyemir rambut yang hitam dengan warna lain

Syaikh Shalih al Fauzan berkata: “Merubah warna rambut yang hitam dengan warna lain tidak boleh, karena tidak perlu, warna hitam termasuk warna yang paling baik untuk rambut dan karena mereka meniru orang kafir.” (Tanbihat ‘ala Ahkami Yakhtashu bil Mi’minat, Sholih Fauzan:12)

  1. 7.          Mencabut uban

Dari Amr bin Syuaib dari ayahnya dari kakeknya radhiyallahu’anhu dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

“Janganlah kamu mencabut uban, tidaklah seorang muslim yang beruban satu uban di dalam Islam melainkan uban itu cahaya baginya besok pada hari Kiamat.” (HR. Abu Dawud, dishahihkan oleh al-Albani)

  1. 8.          Membiarkan kuku dll, lebih dari 40 hari

Anas radhiyallahu ‘anhu berkata:

“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menentukan waktu buat kita untuk memotong kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, menyukur bulu kemaluan, hendaknya kita tidak membiarkannya lebih dari pada empat puluh malam.” (HR. Muslim)

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah ditanya tentang hukum memanjangkan kuku, beliau menjawab: “Memanjangkan kuku makruh sekalipun bukan haram, karena Nabi menentukan pemotongan kuku empat puluh hari.” (Fatawa wa Rosa’il Ibnu Utsaimin oleh Sulaiman)

  1. 9.          Hanya mengenakan satu sandal

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

“Jika putus tali sandal salah satu di antara kamu maka janganlah berjalan dengan salah satunya sedangkan kaki yang lain tidak, hendaklah melepas kedua sandalnya atau memakai keduanya.” (HR. Bukhari)

TAMPIL CANTIK TANPA MEMBAHAYAKAN KESEHATAN

 

Setiap perempuan pasti menginginkan untuk bisa tampil cantik dan menawan. Berbagai cara pun dilakukan, bahkan sampai membahayakan kesehatan dan menabrak batasan syar’i. Berikut akan kita bahas trend kecantikan yang memiliki risiko kesehatan yang merugikan.

KOSMETIKA PEMUTIH

Tinjauan Medis

Terdapat sejumlah bahan berbahaya yang disalahgunakan (ditambahkan) pada produk pemutih, antara lain:

MERCURY

  • Dilarang, tapi masih banyak dipakai oleh beberapa bleaching.
  • Tanda kosmetika mengandung mercury adalah memberikan hasil yang instan, dalam pemakaian 1-2 pekan warna kulit akan menjadi putih tidak wajar (pucat) karena pigmen melanin dimatikan
  • Mercury memang menjadikan kulit tampak putih mulus tapi lama kelamaan akan mengendap di bawah kulit, Setelah bertahun-tahun kulit akan kehitaman, bahkan memicu timbulnya kanker.

HIDROKUINON

  • Golongan obat keras yang hanya digunakan berdasarkan resep dokter dan dengan pengawasan yang ketat.
  • Konsentrasi maksimum 2% dan tidak boleh digunakan dalam jangka panjang.
  • Tanpa pengawasan dokter dapat menyebabkan iritasi kulit, kulit menjadi merah dan rasa terbakar, serta muncul bercak-bercak hitam.

ASAM RETINOAT

  • Meratakan pigmen dan mengelupas kulit dengan hebat.
  • Hanya diperbolehkan dengan resep dokter karena daya iritasinya yang tinggi.
  • Banyak ditemukan produk pemutih dengan konsentrasi 0,1-1%. Padahal secara medis yang diperbolehkan maksimal 0,01%.
  • Efek samping : kulit bisa terus mengelupas dan tipis sehingga memudahkan terjadinya eksim dan kanker kulit.

AHA (Alpha Hydroxy Acid)

  • Disamping memiliki efek pemutih juga dapat menyebabkan pengelupasan kulit.
  • Pada produk pemutih yang dijual bebas hanya diperbolehkan <4%. Lebih dari itu harus dengan pengawasan dokter.
  • Dapat meningkatkan sensitivitas kulit sebanyak 50% terhadap sinar matahari. Dengan demikian risiko penuaan dini dan kanker kulit menjadi lebih tinggi saat taerkena sinar matahari. Untuk menghindarinya, gunakan produk kosmetik dengan AHA <4%.

BHA  (Asam Salisilat)

  • Harus hati-hati sekali karena fungsinya yang menghancurkan sel kulit mati.
  • Konsentrasi maksimum 2% dan itupun harus dengan resep dokter.

Tinjauan Syar’i

Sebuah pertanyaan telah diajukan kepada Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullahu : “Beredar di kalangan wanita produk-produk kecantikan yang berkhasiat memutihkan wajah dengan cara dioleskan pada wajah. Kemudian lapisan kulit wajah yang paling luar akan terkelupas sehingga nampaklah lapisan berikutnya yang lebih putih dan menarik. Bagaimana hukum menggunakan produk tersebut?”

Beliau menjawab: “Menurut pendapat kami, apabila hal itu dilakukan dalam rangka berhias dan mempercantik diri maka hukumnya haram. Berdasarkan qiyas (analogi) dengan perbuatan namsh (mencabut rambut), wasyr (mengikir gigi untuk merenggangkan antara satu dengan yang lainnya agar semakin indah dan menarik), dan yang semisalnya. Dan jika dalam rangka menghilangkan cacat pada wajah maka hukumnya boleh. Seperti menghilangkan flek hitam, noda hitam, dan goresan pada wajah serta yang serupa dengannya. Karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam salah seorang sahabatnya yang putus hidungnya untuk menggantinya dengan hidung palsu yang terbuat dari emas.” (Majmu’ Rasa`il, 17/19-20).

TATO

Tinjauan Medis

  1. Jarum yang digunakan dalam pembuatan tato sering tidak steril sehingga menjadi media penularan penyakit-penyakit tertentu, seperti penyakit kulit, tetanus, hepatitis B, hepatitis C, HIV, dan penyakit lainnya.
  2. Zat warna pada tato juga rentan menyebabkan reaksi alergi.
  3. Pada orang-orang tertentu yang memiliki bakat keloid, pembuatan tato dapat merangsang timbulnya keloid.

Tinjauan Syar’i

Dari Alqomah dari Abdullah bin Mas’ud, beliau mengatakan, “Allah melaknat wanita yang menjadi tukang tato dan wanita yang minta ditato, wanita yang mencabuti bulu alis dan wanita yang minta agar bulu alisnya dicabuti, demikian pula wanita yang merenggangkan giginya demi kecantikan. Merekalah wanita-wanita yang mengubah ciptaan Allah” (HR Bukhari no 4604 dan Muslim no 5695).

Semua perbuatan yang pelakunya diancam dengan laknat adalah dosa besar. Tidak disangsikan lagi bahwa hadits di atas dalil bahwa mentato adalah perbuatan yang nilainya dosa besar baik dilakukan oleh perempuan ataupun laki-laki. Perempuan secara khusus disebutkan dalam hadits di atas karena menimbang bahwa yang paling banyak bertato di masa silam adalah kalangan perempuan.

Dosa besar yang ada dalam masalah tato bukan hanya diperuntukkan untuk pelaku (baca: tukang tato) namun juga didapatkan oleh objek tato.

Bagaimana hukumnya tato dengan tempelan?

Abu Malik Kamal bin al Sayid Salim mengatakan, “Di zaman ini muncul tato model baru yaitu tato yang dicapkan dan dilukis pada kulit, tidak dimasukkan ke dalam kulit. Tato model ini dibolehkan dengan syarat jika tidak membahayakan kulit dan tidak diperlihatkan kepada selain suaminya. Kita katakan boleh karena hal tersebut tidak termasuk mengubah ciptaan Allah maka semisal dengan pacar untuk kuku atau rambut. Meski demikian yang lebih baik adalah meninggalkannya karena menyerupai orang yang benar-benar bertato” (Fiqh Sunnah lin Nisa hal 427, Maktabah Taufiqiyyah Mesir).

PAKAIAN DAN CELANA KETAT

Tinjauan Medis

  1. Jika bahannya kurang dapat menyerap keringat dengan baik, si pemakai dapat terserang infeksi bakteri atau jamur yang memang senang dengan suasana lembab.
  2. Penggunaan yang terlalu ketat akan mengganggu peredaran darah dan syaraf.
  3. Kelainan neuralgia parestethica, dengan gejala nyeri dan baal di daerah luar paha.

Tinjauan Syar’i

Terdapat dalam shahih muslim dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda (yang artinya): “Ada dua golongan dari ahli neraka yang aku belum pernah melihatnya: pertama, suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor-ekor sapi yang dipakai untuk memukul manusia; kedua, wanita-wanita yang berpakaian tetapi telanjang lenggak lenggok di kepalanya ada sanggul seperti punduk unta. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak akan mendapatkan baunya dan sesungguhnya bau surga itu akan didapatkan dari jarak ini dan itu.”

Maka ucapan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, telanjang adalah bahwa mereka memakai pakaian tetapi tidak menutupi yang semestinya tertutup, baik itu karena pendeknya atau tipisnya atau karena ketatnya, diantaranya adalah yang terbuka bagian dadanya, karena yang demikian itu menyelisihi perintah Allah, dimana Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (yang artinya): “Dan hendaknya mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya” (QS An Nur: 31)

HIGH HEEL (SEPATU HAK TINGGI)

Tinjauan Medis

  1. Memakai sepatu high heel berarti memberi tekanan pada jari-jari kaki yang menjadi tumpuan tubuh, dalam waktu lama hal ini akan menimbulkan kelelahan, rasa pegal-pegal dan nyeri pada daerah kaki dan betis.
  2. Penggunaan high heel dalam waktu lama dan terus menerus dapat menimbulkan kerusakan bentuk anatomi kaki.
  3. Beberapa kelainan bisa muncul seperti neuroma morton, yang merupakan tumor jinak yang menimbulkan rasa nyeri akibat penebalan jaringan yang biasa terjadi antara jari ke-3 dan ke-4.
  4. Timbul Haglund’s deformity yang merupakan pembesaran tulang di daerah tumit belakang dan menyebabkan nyeri yang dirasakan pada pertemuan antara tendon achilles dan tumit belakang.
  5. Dapat mengalami pemendekan dan penebalan tendon achilles yang juga dapat menimbulkan rasa nyeri.
  6. Dapat menyebabkan nyeri punggung karena saat menggunakan high heel, posisi tubuh kita tidak dalam posisi yang sesuai dengan allignment tubuh yang seharusnya.

Tinjauan Syar’i

Perlu diketahui, tabarruj menurut syar’i meliputi memperlihatkan apa yang tidak boleh diperlihatkan, berbusana yang menyingkap aurat, berikhtilath (campur baur) dengan ajnabi, bersentuhan dengan mereka lewat jabat tangan, berdesak-desakan, dan sebagainya, termasuk berlaku genit dalam berjalan dan berbicara di hadapan mereka.

Berangkat dari sini, menggunakan sepatu tumit tinggi tergolong dalam tabarruj yang diharamkan. Di samping itu, sepatu tumit tinggi terbukti menyebabkan berbagai penyakit, padahal diantara misi diturunkannya syari’at ialah untuk menjaga diri manusia. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya): “Dan janganlah kalian mencampakkan diri kalian dalam kebinasaan…” (QS. Al Baqarah: 195). Syaikh Abdurrahman As Sa’dy menjelaskan bahwa mencampakkan diri dalam kebinasaan mengandung dua pengertian; Pertama: meninggalkan apa yang diperintahkan, yang dengan meninggalkan perintah tersebut seseorang jadi celaka baik jasmani maupun ruhaninya. Kedua: melakukan apa yang mencelakakan jasmani maupun ruhaninya, dan ini mencakup banyak hal [Tafsir As Sa’dy 1/90].

Selain itu, memakai sepatu seperti ini akan menimbulkan suara yang menarik perhatian lawan jenis. Lebih-lebih jika haknya runcing maka suaranya semakin keras, dan perilaku semacam ini lebih cepat membangkitkan syahwat lelaki. Allah berfirman Subhanahu wa Ta’ala yang artinya: “Dan janganlah mereka (kaum wanita) menghentakkan kakinya (saat berjalan), hingga diketahui bahwa mereka menggunakan perhiasan yang tersembunyi…” (QS. An Nur: 31). Ini menunjukkan bahwa cara berjalan seorang wanita yang menarik perhatian adalah haram hukumnya.

Apalagi dengan memakai hak tinggi, pinggul wanita yang memakainya akan menonjol, dan ini juga perbuatan yang haram bila dilakukan dengan sengaja. Kemudian bila pemakainya berniat agar nampak lebih tinggi, maka tambah lagi dosanya, yaitu dosa mengelabui orang lain. Dan yang terakhir, sepatu semacam ini telah menjadi trend wanita-wanita kafir, dari dahulu hingga sekarang. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

أَنَّ امْرَأَةً مِنْ بَنِى إِسْرَائِيلَ كَانَتْ قَصِيرَةً فَاتَّخَذَتْ لَهَا نَعْلَيْنِ مِنْ خَشَبٍ فَكَانَتْ تَمْشِي بَيْنَ امْرَأَتَيْنِ طَوِيلَتَيْنِ تَطَاوَلُ بِهِمَا

“Ada seorang wanita Bani Israil yang bertubuh pendek memakai sandal dari kayu. Kemudian berjalan diantara dua wanita yang tinggi agar terlihat tinggi dengan sandal tersebut…”. [HR. Muslim no 2252, Ahmad, Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban (12/379), dan ini lafazh Ibnu Hibban].

Berarti, wanita yang memakainya otomatis meniru-niru kebiasaan wanita kafir alias tasyabbuh, dan ini juga diharamkan. Kesimpulannya, mengenakan sepatu tumit tinggi hukumnya haram menurut syari’at Islam.

Referensi :

  • Jilbab Wanita Muslimah menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah, Muhammad Nashiruddin Al-Albani, Pustaka At-Tibyan.
  • Saudariku, Apa yang Menghalangimu untuk Berhijab, Syaikh Abdul Hamdi Al-Bilaly, Penerbit Darul Haq.
  • Fatwa-Fatwa tentang Wanita, Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu Asy-Syaikh, Syaikh Abdullah bin Humaid, Syaikh Abdurrahman As-Sa’di, Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz, Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Syaikh Abdullah bin Abdurrahman Al-Jibrin, Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan, dan Lajnah Da’imah lil Ifta’. Penerbit Darul Haq.

disadur dari http://takmirohibnusinafkugm.wordpress.com

About admin

Layanan pengobatan alternatif MULTITERAPI : Bekam, Terapi Lintah, Ruqyah, Pijat hernia, Pijat sahwat, Akupressur, Konsultasi dan Herbal
Saatnya Muslimah Bicara Kesehatan, tentang kesehatan , , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

Post comment

What is Persona?